Selasa, 07 Apr 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Tim Basarnas dan BPBD Denpasar Evakuasi Dua Korban Tsunami

28 Mei 2019, 18: 12: 53 WIB | editor : Nyoman Suarna

Tim Basarnas dan BPBD Denpasar Evakuasi Dua Korban Tsunami

SIMULASI: Kegiatan simulasi pelatihan kesiapsiagaan menghadapi bencana desa maupun kelurahan tanggap bencana di Muara Tangtu, Jalan Pucuk Bang, Banjar Tangtu, Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, Selasa (28/5) siang. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Dua orang korban tsunami ditemukan dalam kondisi memerlukan bantuan medis di Muara Tangtu, Jalan Pucuk Bang, Banjar Tangtu, Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur pada Selasa (28/5) siang. Kedua korban, di antaranya seorang perempuan bernama Ika, 18, korban hanyut dalam kondisi tidak sadarkan diri. Sementara seorang laki-laki Tutde, 32, ditemukan dalam kondisi luka-luka di sekujur tubuh dan kaki kiri mengalami patah tulang.

Usai ditemukan di Muara Tangtu, korban hanyut langsung dibawa ke pinggir dan diberi nafas buatan sebelum akhirnya ditandu menuju ambulans PMI untuk dibawa ke rumah sakit. Begitu pula korban tersangkut juga ditandu oleh petugas BPBD Denpasar.  Sementara puluhan warga pesisir berhamburan melarikan diri menuju jalur evakuasi usai sirine peringatan tsunasi berbunyi nyaring.

“Kegiatan simulasi ini merupakan  rangkaian pelatihan kesiapsiagaan menghadapi bencana desa maupun kelurahan tanggap bencana. Tahun ini sasarannya adalah Desa Kesiman Kertalangu dan Kelurahan Kesiman. Sebanyak 150 orang dari dua desa kami libatkan,” ungkap Kepala BPBD Kota Denpasar Ida Bagus Joni Arimbawa saat ditemui di lokasi, Selasa (28/5).

Selasa (28/5), para peserta sudah mendapatkan pembekalan secara teori terkait manajemen penanggulangan bencana, daerah rawan bencana maupun kesiapsiagaan menghadapi bencana. Simulasi ini melibatkan para relawan tanggap bencana desa maupun kelurahan. Sehingga mereka tahu bagaimana ketika terjadi gempa bumi yang diikuti bencana tsunami terutama di wilayah dekat pantai.

 “Apa yang harus mereka lakukan?, apa yang harus mereka hadapi?, dan apa yang harus mereka koordinasikan bersama-sama dengan masyarakat lain serta relawan-relawan bencana, akan diarahkan oleh para instruktur dari SAR, PMI maupun BPBD Kota Denpasar,” imbuhnya.

Dengan simulasi ini, para peserta akan mendapatkan gambaran yang sebenarnya atau mendekati sebenarnya, ketika terjadi bencana tersebut. Masyarakat harus memahami apa-apa yang harus dikenali dari ancaman bencana tersebut, sehingga bisa menentukan langkah untuk menyelamatkan diri, keluarga, dan masyarakat. Hal ini bertujuan untuk mengurangi resiko dari bencana tersebut.

“Harapan kami, simulasi ini dilaksanakan berkelanjutan secara mandiri. Kami memfasilitasi, membantu untuk mengarahkan dan sebagainya. Karena potensi selamat itu paling besar dipengaruhi oleh kapasitas diri sendiri,” tandasnya.

(bx/afi/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news