Kamis, 18 Jul 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Juli, Golkar Bahas Jatah Pimpinan Dewan

30 Mei 2019, 22: 09: 23 WIB | editor : Nyoman Suarna

Juli, Golkar Bahas Jatah Pimpinan Dewan

Plt Ketua DPD I Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih (kiri) (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Anggota DPRD Bali hasil Pemilu 2019 belum resmi dilantik. Sebagian besar partai kini sedang fokus mengamankan hasil perolehan suaran pasca pemilihan, paling tidak sampai KPU RI mengeluarkan surat keputusan mengenai penetapan hasil pemilihan beberapa waktu lalu.

Kendati begitu, dinamika politik terkait perebutan posisi unsur pimpinan dewan sudah mulai terasa pasca hasil pleno Pemilu 2019 ditetapkan di tingkat provinsi.

Terkait itu, Golkar yang terhitung memperoleh suara terbesar setelah PDIP, rupanya ogah terburu-buru membahas perebutan itu. Hal itu ditegaskan Plt. Ketua DPD I Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih, Kamis (30/5).

Mengenai kepentingan itu, pihaknya berencana akan menentukan nama-nama, khususnya siapa yang akan menempati posisi wakil ketua DPRD, pada Juli 2019 mendatang. “Mungkin sekitar Agustus, atau paling cepat akhir Juli nanti, setelah semuanya rampung. Kan pelantikan sekitar 15 Agustus nanti,” ujarnya.

Selain itu, sambung politisi yang akrab disapa Demer itu, penentuan posisi untuk level pimpinan dewan, menjadi kewenangan DPP. Di sisi lain, saat ini seluruh pengurus DPP sedang fokus mempertahankan perolehan suara. “Teman-teman di DPP juga masih sibuk di MK (Mahkamah Konstitusi),” imbuhnya.

 
Berbicara peluang, sejumlah nama kader Golkar yang lolos ke DPRD Bali akan berebut kursi wakil ketua. Ada tiga nama yang mencuat. Semuanya berstatus incumbent, antara lain Nyoman Sugawa Korry yang saat ini masih menjabat sebagai wakil ketua DPRD Bali.

Lalu ada juga Ketut Suwandhi, politisi Golkar yang lolos dan maju dari dapil Bali I atau Denpasar. Selanjutnya, ada I GK Kresna Budi yang maju dari dapil Buleleng, sama seperti Sugawa Korry.

Kemudian di posisi alat kelengkapan dewan seperti ketua fraksi juga berpeluang direbut tiga orang  incumbent, yaitu Wayan Gunawan, Wayan Rawan Atmaja, dan Nyoman Wirya. “Yang jelas, alat kelengkapan dewan itu ditentukan pusat. Kami di daerah hanya bisa menentukan tiga nama,” jelasnya.

(bx/hai/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia