Jumat, 06 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Enam Siswa SMP Tak Lulus, Disdikpora Sarankan Ikuti Ujian Paket B

30 Mei 2019, 23: 18: 55 WIB | editor : Nyoman Suarna

Enam Siswa SMP Tak Lulus, Disdikpora Sarankan Ikuti Ujian Paket B

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Made Astika (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Enam siswa SMP dari 11.514 peserta ujian di Buleleng dinyatakan tak lulus dengan berbagai alasan. Salah satunya karena dinilai melakukan pelanggaran berat di sekolah hingga harus berurusan dengan polisi. Terhadap enam siswa yang tidak lulus, diharapkan dapat segera mengikuti ujian paket B.

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Made Astika menjelaskan, siswa yang tidak diluluskan karena melakukan pelanggaran berat, salah satunya berinisial PU. Ia merupakan salah satu siswa di SMP Maulana Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng.

PU disebut melakukan pelanggaran berat karena sering berkelahi di sekolah, sampai mencekik temannya. Tak hanya itu, serta melakukan tindakan pencurian di luar Desa Pegayaman, hingga dipanggil pihak kepolisian.

"Nilai sikap dan perilakunya kurang. Siswa tersebut juga merokok, dan sering berkelahi. Pernah dipanggil polisi juga, sehingga dengan berat hati tidak diluluskan," terang Astika saat ditemui di ruang kerjanya.

Selain PU, ada lima siswa lain yang juga tidak diluluskan. Dua siswa berasal dari SMPN 1 Banjar, berinisial PAS dan KAS. Disusul satu siswa dari SMPN 2 Gerokgak berinisial PMP. Kemudian satu siswa dari SMP Negeri Satu Atap 2 Gerokgak dengan inisial KP. Serta satu siswa lagi dari SMP Maulana Pegayaman dengan inisial AR.

Khusus dua siswa di SMPN 1 Banjar, tidak diluluskan karena nilai ujian sekolahnya tidak memenuhi KKM, nilai sikap yang kurang, serta jumlah ketidakhadiran (alpha) tinggi. Sementara satu siswa di SMPN 2 Gerokgak, karena tidak memenuhi kriteria kelulusan. Sehingga ada nilai di semester 5 yang bolong. Sedangkan satu siswa di SMP Negeri Satu Atap 2 Gerokgak, tidak lulus karena tidak mengikuti USBN.

Sementara satu siswa SMP Maulana Pegayaman dengan inisial AR, tidak diluluskan karena tidak mengikuti USBN. "Khusus yang tidak mengukuti USBN itu, sudah sempat dicari oleh gurunya, namun tidak ada di tempat. Tidak ada informasi yang jelas, padahal dia sempat ikut UN. Untuk itu, sekolah menyepakati melalui dewan guru agar anak ini (KP, Red) tidak diluluskan," terangnya.

Astika pun menyarankan agar enam siswa yang tidak lulus itu diharapkan dapat segera mengikuti ujian paket B. “Bila saja nanti saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) siswa itu tidak terdaftar, maka Disdikpora akan segera menjemputnya, dan memasukannya dalam program Posko Drop Out,” tutupnya.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia