Kamis, 18 Jul 2019
baliexpress
icon featured
Balinese

Jelang Hari Raya, Stok Sembako dan Inflasi di Buleleng Aman

02 Juni 2019, 12: 05: 13 WIB | editor : I Putu Suyatra

Jelang Hari Raya, Stok Sembako dan Inflasi di Buleleng Aman

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Buleleng, drh. Nyoman Surya Temaja. (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Ketersediaan pangan di Buleleng jelang hari raya Idul Fitri 1440 Hijriah dipastikan aman. Pun dengan tingkat inflasi di Kabupaten Buleleng yang posisinya masih berada di bawah tingkat inflasi nasional. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Buleleng, drh. Nyoman Surya Temaja, memastikan jika ketersediaan sembako masih tergolong aman. Salah satunya ketersediaan beras yang sangat aman.

Menurutnya kebutuhan beras per tahunnya hanya 74 ribu hingga 75 ribu ton. Sedangkan beras yang dihasilkannya mencapai 78 ribu ton. Sehingga masih ada cadangan sebanyak 3 ribu sampai 4 ribu ton beras.

Selain beras, sembako lainnya seperti telur, daging sapi atau ayam juga tidak menjadi persoalan. “Untuk kenaikan harga daging dari 1000-1500 rupiah/kg di Hari Raya ini saya rasa masih dalam batas wajar,” jelasnya.

Dikatakan Surya temaja, demi menjamin keamanan dan kualitas pangan dari bahan berbahaya, pihaknya pun telah menggandeng Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Buleleng serta dinas terkait melakukan pengawasan. Khususnya terhadap makanan jenis takjil untuk berbuka puasa.

Dari hasil pengawasan yang diperoleh, masih saja ada pedagang nakal yang menggunakan pewarna berbahaya dalam makanan. “Walaupun pewarna alami terlihat masih kurang menarik, tetapi sudah tentu lebih aman untuk dikonsumsi, dan tidak berbahaya bagi kesehatan,” ungkapnya.

Sedangkan terkait inflasi jelang Idul Fitri, Kabag Ekbang Setda Buleleng, Desak Putu Rupadi menjelaskan jika Perusahaan Daerah (PD) Pasar dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Buleleng rutin melaksanakan operasi pasar di sejumlah pasar. Tujuannya untuk menjaga stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok yang tentunya berpengaruh terhadap tingkat inflasi.

“Harga kebutuhan pokok sudah stabil, seperti bawang putih yang dulunya sempat mencapai harga Rp 80 ribu/kg, sekarang sudah mengalami penurunan harga hingga Rp 30 ribu/kg” katanya.

Lanjutnya, persentase inflasi terakhir Bulan April 2019 sebesar 0,39%  serta akumulasi pertahunnya terhitung dari Januari hingga April sebesar 0,98%. Jika dilihat dari perbandingan inflasi antara Kota Singaraja (0,38%), Kota Denpasar (0,26%) dan Nasional (0,44%), Buleleng masih tergolong bagus karena masih berada dibawah angka satu persen dan dibawah tingkat inflasi nasional.

Dikatakan Rupadi, faktor utama yang mempengaruhi inflasi dan deflasi selain harga bahan pokok bisa juga dilihat dari biaya listrik, BBM, serta tiket transportasi. “Kita di daerah pengendaliannya hanya di sandang, pangan, dan pakaian saja,” singkatnya.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia