Rabu, 19 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Features

RS Hewan “Diserbu” Pemudik, Buka 24 Jam, Tarif Mulai Rp 50 Ribu

03 Juni 2019, 16: 33: 36 WIB | editor : I Putu Suyatra

RS Hewan “Diserbu” Pemudik, Buka 24 Jam, Tarif Mulai Rp 50 Ribu

TITIPKAN HEWAN: Aktivitas di Rumah Sakit Hewan Pendidikan Universitas Udayana yang cukup ramai di musim mudik. (ARI KESUMA/BALI EXPRESS)

Share this      

Setiap momen jelang Idul Fitri kesibukan di berbagai lini bertambah. Termasuk satu tempat ini. Yakni penitipan hewan. Ya, jelang mudik, sebagian warga memilih menitipkan hewan peliharaannya. Ketimbang dibawa atau ditinggal.

 

NI KETUT ARI KESUMA DEWI, Denpasar

 

MENJELANG Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran, sebagian masyarakat memilih mudik dan meninggalkan tempat perantauannya. Mereka pulang ke kampung halaman masing-masing atau menghabiskan cuti dengan berlibur yang jauh. Dengan memilih mudik, pemudik sering kali meninggalkan rumah dan juga hewan peliharaannya di rumah atau di kontrakannya. Untuk mengantisipasi hewan peliharaanya mati tidak terawat, sakit dan lain sebagainya, pemudik memilih untuk menitipkan hewan peliharaanya tersebut ke berbagai tempat penitipan hewan, klinik hewan, atau rumah sakit hewan.

Di Unit Rumah Sakit Hewan Pendidikan Universitas Udayana, misalnya. Hewan-hewan yang ditinggalkan oleh pemiliknya tersebut dititipkan di sana. Rumah sakit hewan yang berlokasi di Jalan Raya Sesetan Gang Markisa Nomor 6 Denpasar tersebut menyediakan fasilitas penitipan hewan, selain juga fasilitas UGD dan pemeriksaan lainnya.

Dokter Ni Komang Desiyanawati atau yang sering disapa Dokter Yeyen saat ditemui Minggu sore (2/6) menjelaskan bahwa untuk tahun ini jumlah pemudik yang menitipkan peliharaannya cenderung menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya. "Ada syarat yang harus dipenuhi jika ingin menitipkan peliharaannya di sini. Satu, harus divaksin karena di sini adalah RS hewan, jadi lalu lintas penyakit di sini. Baik yang menular maupun tidak. Cuma tetap kami pisahkan mana yang sehat dan sakit. Kami setiap harinya berikan vitamin," jelasnya.

Alumnus Universitas Udayana tersebut juga menambahkan bahwa hewan-hewan tersebut juga diberikan kebebasan tiga kali. "Kami ajak keluar pagi, siang, dan sore. Selain itu, makannya pun kami berikan tiga kali sehari. Artinya, kami berikan kebebasan kepada mereka seperti di rumah. Cuma tetap kita kandangkan, tidak sebebas di rumah. Pasti sedikit stres. Untuk menanggulangi itu, kami berikan jalan-jalan tiga kali dan juga vitamin. Kami pastikan hewan itu sehat dengan tenaga dokter yang ada," terangnya.

Ia menjelaskan bahwa dengan menjamurnya petshop di mana-mana, lonjakan penitipan di rumah sakit tidak terlalu seperti tahun sebelumnya. "Kalau kami ketatkan di sini harus vaksin sebelumnya agar tidak ada penularan penyakit. Kalau di petshop mungkin tidak harus vaksin. Harga penitipan peliharaan tergantung dari ukurannya," tegasnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group)
Untuk ukuran besar, per malam sekitar Rp 75 ribu sudah termasuk makanan kering, air mineral, air minum. "Kalau size medium harganya Rp 65 ribu, sedangkan yang kecil Rp 50 ribu. Akan tetapi, tergantung juga jika dibawakan makanan oleh pemiliknya. Jadi dipotong dari biaya makan sebesar Rp 15 ribu," jelasnya.
Rata-rata masyarakat lokal yang menitipkan hewan peliharaan. "Ada sampai tiga hari menitipkan ke sini. Masih banyak yang belum tahu tempat ini. Promosi juga belum luas, tempat juga masuk ke dalam, ini mungkin yang membuat banyak orang yang belum tahu tempat ini," jelasnya.

RS tersebut memiliki tempat khusus yang pisahkan antara yang memiliki sakit menular dan tidak. "Prosedur penitipan di sini harus melalui beberapa proses. Karena syarat penitipan harus vaksin, penitip harus membawa buku vaksin. Diperiksa, dipastikan hewan tersebut harus sehat. Setelah pasti sehat siapkan kandang dan keperluan lainnya. Saat pemeriksaan, tidak ada biaya tambahan lagi. Semua sudah termasuk dalam biaya tadi," tambah Yeyen.

Bagi pemilik yang ingin menitipkan, bisa datang langsung ke rumah sakit atau menghubungi via telepon untuk membuat janji dan dipersiapkan kandang. Penitipan operasional dari pukul 09.00 hingga 19.00. Sementara untuk UGD, buka selama 24 jam.

Agus Rubiono salah seorang pemudik yang akan ke Jawa selama seminggu menyampaikan bahwa kebutuhan akan fasilitas penitipan hewan sangat penting. "Karena kami sebagai perantau, harus pulang kampung. Daripada sendiri dan tidak ada yang merawat dia, jadi bagus sekali untuk menitipkan di sini. Biar sekaligus dirawat. Bagus sekali karena dirawat terus dengan baik dan telaten. Saya percaya dengan RS ini karena bagus secara pemberian fasilitas. Untuk saat ini, saya menitipkan dua kucing peliharaan saya," tutupnya kepada Bali Express.

(bx/aim/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia