Rabu, 19 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Julit Besar Muncul Diikuti Suara Angin, Pekaseh Sebut Duwe

07 Juni 2019, 17: 10: 52 WIB | editor : I Putu Suyatra

Julit Besar Muncul Diikuti Suara Angin, Pekaseh Sebut Duwe

IDENTIFIKASI: Jasad Suhikmat ditemukan di tepi Tukad Bangka, Banjar/Desa Perangsada, Kecamatan Blahbatuh pada pukul 16.00 bersama dua ekor ikan julit. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR - Ikan julit muncul di saliran irigasi yang dangkal dekat Pura Ulun Suwi Subak Ujung, Banjar Kalingkung, Desa Batuan Sukawati pada Rabu (5/6) lalu. Lantaran ukurannya 1,5 meter dan munculnya misterius Pekaseh Subak setempat, I Made Sukarma saat ditemui di rumahnya, Jumat (7/6) mengaku julit tersebut dipercayai sebagai duwe. Sehingga sebuah prosesi menghaturkan upakara akan dilakukan di sana menunggu hasil rapat dengan anggota subak. 

Sukarma menjelaskan pada Rabu lalu ia dipanggil oleh salah satu saksi yang melihat julit tersebut pertama kalinya. "Ada warga yang kebetulan di sana mencuci baju, didengarnya seperti angin datang. Pertama dia lihat pohon dekat pura tidak ada angin, sedangkan suara angin yang kedua baru dia lihat ke irigasi dikejutkan dengan munculnya ikan julit tersebut," jelasnya. 

Melihat ikan yang panjang itu pada pukul 11.00, Sukarma selaku pekaseh dicari. Sehingga mendapat info seperti itu ia sontak langsung membawa canang untuk dihaturkan pada julit tersebut. "Tyang pas baru mau istirahat pulang dari sawah. Sekitar jam 12 dicari satu jam setelalh ditemukan ikan julit, katanya ada duwe medal, diminta bawa canang," paparnnya.

Sukarma juga mengaku bersyukur, setelah dihaturkan canang julit tersebut bisa ditangkap. "Selanjutnya kami masukkan dalam kampil, taruh di sepeda motor dan langsung bawa ke hulu Tukad Lucuk, sebagai pusatnya saluran irigasi. Karena kalau dibiarkan dan mati takutnya terjadi kenapa-kenapa dengan subak kami," tuturnya.

Sedangkan pada tempat yang berbeda, sehari sebelumnya Selasa (4/6) juga ditemukan dua ekor julit bersamaan dengan temuan mayat seorang pemancing. Diketahui bernama Suhikmat di tepi Tukad Bangka, Banjar/Desa Perangsada, Kecamatan Blahbatuh pada pukul 16.00.

Ditemui Bendesa Pakraman Perangsada, Jero Mangku Karma Jumat (7/6) mengakui bahwa lokasi temuan julit tersebut dikenal angker. "Lokasi temuan mayat dan dua ekor julit yang sudah mati itu diapit oleh dua setra. Yaitu Setra Perangsada dan Setra Tojan," akunya saat ditemui di rumahnya.

Sepengetahuannya, korban Suhikmat asal Tasikmalaya yang tinggal di Lingkungan Candi Baru, Kecamatan Gianyar itu memang sering memancing di lokasi. Bahkan pemancing lain juga hobi melepas pales di TKP. Tujuannya memang untuk mendapatkan ikan julit. "Memang sepanjang tukad bangka  sekitar 2 kilometer ini, yang dicari memang ikan julit," tutur Mangku Karma. 

Pasca temuan mayat dan dua ekor bangkai julit itu, diakui saat ini TKP enggan dikunjungi pemancing. "Warga nampaknya masih trauma, karena kejadian itu lokasinya dikenal angker dan harinya juga pas kajeng kliwon. Sejak kejadian tidak ada lagi yang berani memancing disana. Kemungkinan beberapa bulan lagi akan biasa lagi, karena di sana juga jalan menuju tempat mandi. Saat ini juga akan diupacarai pecaruan pada kajeng kliwon mendatang," tandasnya.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia