Jumat, 06 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Kesal Terhadap Cucu, Ketut Jerman Siksa Istri dengan Gergaji

07 Juni 2019, 18: 07: 39 WIB | editor : Nyoman Suarna

Kesal Terhadap Cucu, Ketut Jerman Siksa Istri dengan Gergaji

PERAWATAN: Disiksa suami, Ni Ketut Tampi mendapat perawatan di RSU Bangli, Jumat (7/6). (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, BANGLI - Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) memang terjadi pada siapa saja, tak terkecuali terhadap I Ketut Jerman, 58. Entah apa yang dipikirkan,  lelaki dari Banjar Penarukan, Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Bangli ini, tega berlaku beringas terhadap istri dan cucunya. Peristiwa itu terjadi di rumah mereka, Jumat (7/6).

Tanpa alasan jelas, pria paro baya itu marah-marah kepada cucunya Putu B, 6. Tak puas, pelaku juga tega menjambak dan memukul istrinya sendiri, Ni Ketut Tampi, 58. 

Informasi yang dihimpun Bali Express (Jawa Pos Group), pelaku marah-marah hanya karena sang cucu, Putu B, tak kunjung menyahut saat dipanggil. Merasa kesal, amarah sang kakek memuncak. Kemarahan itu tak bisa dibendung hingga pelaku berniat memukul Putu B.

Niat pelaku dihalangi sang istri, Ni Ketut Tampi. Dengan cekatan, amarah berujung kekerasan itu berhasil dilerai Ketut Tampi. Ironis, pelaku tak terima sang istri ikut campur, hingga akhirnya emosi pelaku kian menjadi-jadi.

Pelaku tak berpikir panjang. Rambut Ni Ketut Tampi dijambak dan dipukul. Tak puas sampai di situ, saat melihat gergaji di dekatnya, ia langsung menggunakannya untuk menjambak dan memukul kepala korban. "Korban berlari ke rumah Wayan Ngemben, kerabat korban. Korban meminta bantuan," terang Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi, Jumat (8/6) sore.

Wayan Ngemben yang mendapati korban dalam keadaan terluka, langsung mengajak ke RSU Bangli. "Saksi juga yang melaporkan kejadian ke Polres Bangli," imbuh Sulhadi.

Berdasarkan keterangan saksi Wayan Ngemben, korban saat itu sedang membuat semat. Tiba-tiba pelaku marah-marah tak jelas dan hendak melukai cucunya sendiri. Karena itu korban melerai, tapi korban yang malah disiksa.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka robek di kepala bagian kanan. Korban sudah mendapat empat jahitan sepanjang 3 centimeter. "Sedangkan kasusnya masih dalam pemeriksaan mendalam," pungkas Sulhadi.

(bx/aka/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia