Rabu, 19 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Disnaker Siap Geber Paket Pelatihan, Sasar Lulusan SMA/SMK dan Umum

09 Juni 2019, 21: 04: 36 WIB | editor : I Putu Suyatra

Disnaker Siap Geber Paket Pelatihan, Sasar Lulusan SMA/SMK dan Umum

Kepala Disnaker Buleleng, Ni Made Dwi Priyanti Putri Koriawan (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Tahun 2019 Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Buleleng membuka sebanyak 59 paket pelatihan. Hingga bulan Juni ini, Disnakertrans sudah menggulirkan sebanyak 14 paket pelatihan yang diperuntukkan bagi lulusan SMA/SMK di Buleleng. Cara ini digadang-gadang efektif untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Buleleng.

Kepala Disnaker Buleleng, Ni Made Dwi Priyanti Putri Koriawan mengungkapkan program pelatihan kerja yang rutin digelar setiap tahunnya, sengaja menyasar lulusan-lulusan SMA/SMK. Tetapi tak menutup kemungkinan juga diberikan kepada masyarakat umum yang belum mendapatkan pekerjaan.

Dwi menyebut, pihaknya memberikan pelatihan ini secara gratis. Dengan harapan setelah diberikan pelatihan, peserta memiliki keterampilan dan siap bekerja untuk diserap oleh perusahaan yang membutuhkan.

“Jadi dengan pelatihan yang diberikan harapannya setelah memiliki keterampilan mereka bisa diserap di perusahan yang membutuhkan. Selain juga dalam hal pengentasan kemiskinan dan pengangguran di Buleleng,” kata Dwi.

Lanjutnya, pelatihan kerja yang dibuka secara gratis itu bisa diikuti oleh siapa saja dan untuk beragam profesi. Mulai dari pelatihan, spa, bahasa asing, menjahit, las, front office, komputer hingga produksi pengolahan hasil pertanian.

Seluruh peserta yang sudah mendaftar di Lembaga Latihan Kerja (LLK) Disnaker Buleleng akan mengikuti pelatihan selama satu bulan penuh. Setelah usai mengikuti pelatihan kerja, peserta juga akan dibekali sertifikat dari LLK, sebagai bukti pernah mengikuti pelatihan kerja.

Dwi mengklaim, sejauh ini antusiasme masyarakat Buleleng untuk mengikuti pelatihan kerja cukup tinggi. Bahkan, dari pengalaman sebelumnya, partisipasi yang paling banyak diminati adalah pelatihan spa dan bahasa asing.

“Di Buleleng khususnya banyak yang berminat bekerja di luar negeri, sehingga mereka memilih ikut di pelatihan spa atau bahasa asing ini yang banyak peminatnya,” imbuhnya.

Dwi berharap setelah mendapatkan pekerjaan, peserta pelatihan kembali mengikuti uji kompetensi sesuai dengan bidangnya, sehingga mendapatkan sertifikat profesi. Program itu juga disebut Dwi sudah ada rutin setiap tahun untuk menjembatani Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk menciptakan tenaga kerja yang terampil dan professional.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia