Rabu, 19 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Enjoy Bali

Desa Wisata Kerta Kemas Khusus Empat Wisata Unggulan

10 Juni 2019, 14: 04: 41 WIB | editor : I Putu Suyatra

Desa Wisata Kerta Kemas Khusus Empat Wisata Unggulan

DESA WISATA : Desa Kerta, Payangan, Gianyar, resmi menyandang sebagai Desa Wisata yang diresmikan Jumat (7/6) lalu. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR - Kecamatan Payangan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bangli ini,  ingin juga ambil andil memajukan pariwisata Gianyar. Seperti langkah yang dilakukan  Desa Kerta, Payangan, yang telah meresmikan Desa Wisatanya yang memiliki empat wisata unggulan.

Empat wisata unggulan yang dimiliki Desa Kerta yang termasuk Desa Bali Aga itu, dikemas khusus agar menarik dan kian dikenal wisatawan domestik maupun  mancanegara. “Secara garis besar kita memiliki empat potensi, semuanya kita jadikan satu paket untuk memperkenalkan Desa Wisata ini,” jelas Kepala Desa Desa  Kerta, I Made Gunawan kepada Bali Express (Jawa Pos Group),  Jumat (7/6) lalu di Payangan, Gianyar.


Dijelaskan Made Gunawan, empat wisata tersebut terdiri atas potensi daya tarik wisata alam. Wisatawan diperkenalkan dengan alam sekitar yang ada di desa setempat, mulai sungai hingga air terjunnya. Kedua adalah potensi daya tarik wisata pertanian yang disebutnya sebagai agrowisata. "Agrowisata itu sebagai pengenalan terkait hasil pertanian yang ada. Mulai dari proses penanaman sampai panen," paparnya. Potensi ketiga adalah  daya tarik wisata budaya. Wisatawan diperkenalkan dengan sistem pemerintahan yang ada di desa setempat dengan sistem Bali Aga yang disebut Ulu Apad. Dan, potensi keempat adalah daya tarik wisata aktivitas industri warga setempat, mulai dari penggunaan kain hingga kulit yang dijadikan tas dan sandal.
Pria yang sudah 12 tahun menjadi Perbekel itu, juga mengatakan penataan empat wisata unggulan itu sudah maksimal dilakukan pihaknya. Bahkan, kedepannya akan dimantapkan lagi agar lebih menarik dan  menjadi daya tarik wisatawan untuk datang mengunjungi Desa Wisata Kerta.


“Selain sistem desa yang Bali Aga, di desa ini juga ada sarkofagus untuk kategori wisata budaya. Potensi itu satu-satunya ada di Kecamatan Payangan,” tuturnya.


Selain bisa menikmati pemandangan dan aktivitas warga setempat, wisatawan juga bisa menikmati kuliner yang ada. Lantaran beberapa warung makan yang ada sudah menyiapkan beberapa masakan olahan dari hasil panennya. Terlebih potensi pertaniannya sebanyak 88 persen dari lahan pertanian lokal, dan semuanya sudah tertata.


“Agrowisata pelakunya adalah generasi muda, bukan petani yang sudah lansia. Karena saking semangatnya, mereka yang muda-muda malah terjun langsung untuk mengurusi perkebunan. Kita tata semuanya, sehingga memiliki potensi pariwisata.  Pemandunya  juga sudah kita siapkan untuk memperkenalkan empat wisata unggulan tersebut,” tegasnya.


Pada tempat yang sama, Ketua Karang Taruna Desa Kerta, I Putu Andi Suardika mengatakan, peresmian  Desa Wisata Desa Kerta  juga sebagai ajang perkenalan potensi yang ada. Stand dibuat, kemudian diisi hasil panen maupun karya warga setempat. “Total semua ada 18 stand, delapan stand diisi oleh delapan banjar yang ada di Desa Kerta, sisanya dari yayasan dan kelompok lainnya yang mendukung kegiatan peresmian desa wisata ini,” terang pria 24 tahun tersebut.


Kegiatan yang dikemas seperti festival itu dilakukan selama tiga hari. Dimulai tanggal 5 sampai 7 Juni 2019.


“Sejak hari pertama sudah diselenggarakan kegiatan yang menggambarkan apa saja yang ada di desa ini. Harapannya agar desa yang ada saat ini meski nanti dikunjungi wisatawan,  agar tetap mempertahankan kultur yang ada. Jangan sampai kita mengubahnya ketika sudah dikenal  wisatawan,” imbuhnya.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia