Rabu, 19 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Asap Mengepul yang Dikeluhkan Warga Tangkas karena masih Trial

10 Juni 2019, 16: 42: 28 WIB | editor : I Putu Suyatra

Asap Mengepul yang Dikeluhkan Warga Tangkas karena masih Trial

DIKELUHKAN: Pabrik AMP yang dikeluhkan warga Tangkas disebut karena masih trial. (I MADE MERTAWAN/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SEMARAPURA - Manajer PT. Adi Murti Ida Ayu Widnyani menegaskan, asap asphalt mixing plant (AMP) di eks galian C Jalan Bypass Ida Bagus Mantra, wilayah Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung  mengepul yang dikeluhkan warga Tangkas karena mesinnya masih tahap trial (percobaan). Baginya, itu merupakan hal biasa. Sebab semua alatnya baru. Mekanik perlu menyetel untuk mendapatkan kualitas terbaik. “Mungkin ada pemasangan belum pas, makanya ada asap,” terang Widnyani.

Setelah dikeluhkan warga Tangkas, pihaknya mengaku sudah sempat bertemu dengan aparat desa di sana guna menjelaskan persoalan yang terjadi. Pihaknya juga mengaku siap bertemu langsung dengan warga untuk menerangkan sistem kerja AMP yang dipastikan tidak akan menganggu aktivitas warga sekitarnya. “Saya tegaskan, keluar asap itu karena tahap uji coba. Nanti dipastikan tidak keluar asap hitam pekat. Yang ada hanya uap saja. Tidak akan mengganggu,” tegasnya via telepone.

Ia pun mengakui, sebelum membangun pabrik tersebut, Adi Murti tidak pernah sosialisasi ke Desa Tangkas. Itu karena posisi tempat usaha ada di wilayah Desa Gunaksa. Sosialisasi sebatas dilakukan di Gunaksa. “Kalau warga Tangkas berkenan, kami siap sosialisasi,” jelasnya.

Disinggung terkait izinnya, Widnyani membeberkan izinnya sudah lengkap. Izin keluar sebelum pembangunan maupun pembelian peralatan. Ia tidak ingin operasional perusahaan dengan investasi besar itu terhambat gara-gara belum mengantongi izin. Saat ini, AMP itu pun siap beroperasi. “Sekarang sih belum beroperasi. Karena belum ada proyek. Kalau sudah ada proyek, baru operasi,” ujar Widnyani.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia