Selasa, 12 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Lestarikan Bahasa Bali, DP Gelar Lomba Mapidarta dan Satua Bali

10 Juni 2019, 17: 00: 09 WIB | editor : I Putu Suyatra

Lestarikan Bahasa Bali, DP Gelar Lomba Mapidarta dan Satua Bali

LOMBA: Suasana Lomba Mapidarta dan Satua Bali di Kantor Dewan Pendidikan Tabanan, Senin (10/6). (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, TABANAN - Guna melestarikan bahasa dan sastra Bali, Dewan Pendidikan (DP) Kabupaten Tabanan menggelar Pacentokan Mapidarta Bahasa Bali Tingkat SMP lan Satua Bali Tingkat SD, Senin (10/6). Lomba yang digelar di Kantor Dewan Pendidikan Tabanan ini diikuti oleh puluhan peserta baik siswa SMP maupun SD se Kabupaten Tabanan.

Asisten II Setda Kabupaten Tabanan I Wayan Miarsana berharap agar kegiatan tersebut dapat digelar secara berkelanjutan. Karena kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya dalam melestarikan budaya Bali khususnya Bahasa dan Sastra Bali.

Dimana menurutnya Bahasa Bali merupakan bahasa komunikasi masyarakat Bali dalam berbagai aktifitaa sehari-hari dan merupakan ciri khas orang Bali. "Apalagi sekarang ada kecenderungan penggunaan dan pemahaman akan bahasa Bali berkurang," tegasnya yang hadir mewakili Bupati dan Wakil Bupati Tabanan.

Kedepannya, pihaknya juga ingin agar generasi muda Tabanan tidak lupa dengan budaya sendiri utamanya Bahasa dan Sastra Bali. "Pariwisata Bali itu pokoknya adalah budaya disamping keindahan alamnya, jadi bahasa Bali juga harus dilestarikan," tandasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Tabanan I Wayan Madra Suatama menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin yang sudah beberapa kali digelar dan akan terus dilaksanakan selama masih ada kesempatan dan mendapatkan dukungan. Lomba tersebut diikuti oleh 36 SMP se Kabupaten Tabanan dan SD. "Masing-masing sekolah mengirim 2 orang wakilnya, yaitu putra dan putri, sehingga total peserta sekitar 72 orang," ungkapnya.

Terlebih menurutnya penggunaan bahasa Bali untuk tingkat SD dan SMP di Tabanan masih belum maksimal sehingga harus dimaksimalkan salah satunya dengan menggelar lomba untuk melestarikan Bahasa Bali. Disamping itu, ia menilai harus ada langkah dari sekolah melalui instruksi dari Dinas Pendidikan agar satu hari dalam seminggu digunakan sebagai hari berbahasa Bali. "Kalau ada siswa non Hindu ya jangan dipaksakan, artinya menyesuaikan intinya dalam sehari full disekolah menggunakan Bahasa Bali," imbuhnya.

Dan dalam lomba tersebut para peserta akan memperebutkan piagam, piala dan uang pembinaan untuk juara I, II, II, Harapan I dan Harapan II pada setiap kategorinya. Adapun juri yang dilibatkan dalam lomba tersebut berasal dari Departemen Agama, hingga Dinas Kebudayaan Tabanan. "Dan hasil dari kegiatan ini nantinya bisa mewakili ke ajang yang lebih tinggi di tingkat Provinsi baik oleh Departemen Agama maupun oleh Dinas Pendidikan Tabanan," pungkas Madra.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia