Selasa, 15 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Kolom

Optimalisasi Peranan Keluarga dan Guru Mencegah Peredaran Narkoba

Oleh: Pande Made Parwatha*

10 Juni 2019, 18: 41: 22 WIB | editor : I Putu Suyatra

Optimalisasi Peranan Keluarga dan Guru Mencegah Peredaran Narkoba

Ilustrasi (ISTIMEWA)

Share this      

DI NEGARA kita, masalah merebaknya penyalahgunaan narkoba semakin lama semakin meningkat. Efek domino akibat dari penyalahgunaan narkoba juga semakin beragam, serta usaha untuk mengatasi penyalahgunaan Narkoba merupakan langkah yang tidak mudah untuk dilaksanakan. Penyalah guna adalah orang yang menggunakan Narkotika tanpa hak atau melawan hukum. Ketika seseorang melakukan penyalagunaan Narkotika secara terus-menerus, maka orang tersebut akan berada pada keadaan ketergantungan pada Narkotika, baik secara fisik maupun psikis. Ketergantungan Narkotika adalah kondisi yang ditandai oleh dorongan untuk menggunakan Narkotika secara terus-menerus dengan takaran yang meningkat agar menghasilkan efek yang sama dan apabila penggunaannya dikurangi dan atau dihentikan secara tiba-tiba, menimbulkan gejala fisik dan psikis yang khas.

Remaja adalah masa di mana seorang individu mengalami peralihan dari masa anak-anak menuju ke dewasa. Masa remaja disebut masa yang paling rawan dihadapi individu sebagai anak. Dari yang tadinya anak-anak mereka mengalami perkembangan secara fisik maupun psikis dengan beberapa perubahan. Orang tua yang memiliki anak tentu akan menghadapi hal ini di kala membesarkan anak mereka, anak yang beranjak remaja akan mengalami perubahan sesuai dengan pertumbuhan moral seorang anak. Jika kontrol dari orang tua dan orang terdekat anak kurang, maka seringkali terjadi penyimpangan pada anak tersebut. Penyimpangan ini cenderung kearah negatif yang sering disebut dengan kenakalan remaja. Ada banyak jenis kenakalan remaja, seperti perkelahian dan minum-minuman keras, pencurian, perampokan, perusakan/pembakaran, seks bebas bahkan narkoba. Salah satu bentuk kenakalan remaja yang saat ini dapat dikategorikan mengkhawatirkan adalah penyalahgunaan narkoba.Untuk penanggulangan penyalahgunaan narkoba diperlukan upaya yang terpadu dan komprenhensif yang meliputi upaya preventif, represif, terapi dan rehabilitasi

Kita juga sering mendengar informasi  dan berita baik dari media elektronik dan koran bahwa anak – anak SMA/SMK sudah menjadi pemakai Narkoba. Tentunya kita sangat prihatin dengan kondisi seperti ini,apa yang salah pada dunia pendidikan kita?Apakah guru – guru kurang aktif dalam mencegah peredaran narkoba di sekolah atau sebaliknya di rumah mereka kurang mendapat perhatian dari orang tuanya.Hal inilah yang menjadi bahan renungan bagi kita semua bagaimana secara bersama – sama untuk melidungi anak kita dari peredaran narkoba.. Program promotif kerap disebut juga sebagai program pembinaan. Pada program ini yang menjadi sasaran pembinaanya adalah para siswa  yang belum memakai atau bahkan belum mengenal narkoba sama sekali. Bentuk program yang ditawarkan antara lain pelatihan, dialog interaktif dan lainnya pada kelompok belajar, kelompok olah raga, seni budaya, atau kelompok usaha.

Selain pencegahan yang telah disebutkan, maka wahana yang paling berpotensi untuk dapat menghindari penyalahgunaan narkoba adalah dari lingkungan keluarga.Ada Beberapa strategi sederhana yang dapat dilakukan orang tua dalam upaya pencegahan narkoba diantaranya yaitu:Orang tua harus memiliki pengetahuan secara jelas tentang narkoba , agar dapat memberikan pengetahuan dan pembekalan pada anak tentang ganasnya narkoba dan bagaimana cara menghindarinya.Hindari kepercayaan diri yang berlebihan bahwa anaknya adalah anak yang sempurna dan tidak punya masalah, ini perlu dilakukan agar secepatnya dapat mendeteksi dini bila ada perobahan yang tidak lazim pada anaknya. Jangan segan mengawasi dan mencari penyebab terjadinya perubahan tingkah dan perilaku pada anaknya.Cek secara berkala kondisi kamar ( bila anak memiliki kamar pribadi ), pakaian yang habis dipakai (isi kantong, aroma pakaian, dls) tas sekolah dan atribut lainnya. Orang tua sebaiknya dapat menjadi model dan contoh yang baik bagi anaknya serta sekaligus juga dapat berperan sebagai sahabatnya, agar anaknya tidak segan mencurahkan segala isi hati, pendapat dan permasalahan yang dihadapinya. Agar muncul rasa nyaman pada anak ketika berada di lingkungan keluarganya.

Yang bisa dilakukan di lingkungan sekolah untuk pencegahan penyalahgunaan Narkoba adalah Memberikan pendidikan kepada siswa tentang bahaya dan akibat penyalahgunaan Narkoba,melibatkan siswa dalam perencanaan pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaannarkobadisekolah.Membentuk citra diri yang positif dan mengembangkan ketrampilan yang positif untuk tetap menghidari dari pemakaian Narkoba dan merokok.
Menyediakan pilihan kegiatan yang bermakna bagi siswa ( ekstrakurikuler ).
Meningkatkan kegiatan bimbingan konseling. Upaya untuk mencegah peredaran Narkoba di sekolah: Razia dengan cara sidak,melarang orang yang tidak berkepentingan untuk masuk lingkungan sekolah,melarang siswa ke luar sekolah pada jam pelajaran tanpa ijin guru
,membina kerjasama yang baik dengan berbagai pihak.Meningkatkan pengawasan sejak anak itu dating sampai dengan pulang sekolah.Upaya untuk membina lingkungan sekolah : Menciptakan suasana lingkungan sekolah yang sehat dengan membina hubungan yang harmonis antara pendidik dan anak didik.

Mengupayakan kehadiran guru secara teratur di sekolah, memperbanyak pembelajaran yang bersifat praktek sehingga siswa tidak banyak waktu luang untuk berbuat yang aneh – aneh dan tidak sempat memikirkan hal – hal yang sifatnya ke narkoba disamping itu
Sikap keteladanan guru amat penting,meningkatkan pengawasan anak sejak masuk sampai pulang sekolah.Menumbuhkan perasaan kebersamaan di daerah tempat tinggal, sehingga masalah yang terjadi dilingkungan dapat diselesaikan secara bersama-sama.Memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang penyalahgunaan Narkoba sehingga masyarakat dapat menyadarinya. (*)

 

*) Guru SMKN 1 Abang

(bx/wid/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia