Selasa, 12 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Koyan Tuding Pencopotan Gunawan hanya Akal-akalan

10 Juni 2019, 19: 25: 41 WIB | editor : Nyoman Suarna

Koyan Tuding Pencopotan Gunawan hanya Akal-akalan

AKAL-AKALAN: Pengurus Golkar Kecamatan Kintamani I Gede Koyan Eka Putra menuding pemberhentian Gunawan hanyalah akal-akalan pimpinan Golkar Bali untuk memuluskan langkah Gde Sumarjaya Linggih menjadi ketua definitif. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, BANGLI - Kemelut di tubuh Partai Golkar Bali tak akan usai, sebelum DPD I Partai Golkar Bali menganulir SK pemberhentian beberapa ketua DPD II Partai Golkar. Hal itu mengemuka saat Pengurus Kecamatan (PK) dan Pengurus Desa (PD) Partai Golkar Kabupaten Badung dan Bangli menggeruduk Kantor DPD Golkar Bali, di Denpasar, Minggu (9/6).

Aspirasi pencabutan Surat Keputusan (SK) Plt Ketua DPD II Golkar terus menggebu di kalangan PK dan PD se-Kabupaten Bangli. Bahkan mereka meminta I Wayan Gunawan ditetapkan kembali sebagai ketua DPD Golkar Bangli, sesuai Musda Kabupaten Bangli 2016-2021.

Ketua PK Golkar Kintamani I Gede Koyan Eka Putra, mewakili PK empat kecamatan di Bangli telah menyatakan keberatan dan tidak rela kalau I Wayan Gunawan dicopot dari jabatan sebagai ketua DPD Golkar Bangli. Dia menyebut alasan penunjukan Plt pengganti Gunawan tidak didasari alasan kuat. 

Bahkan Koyan menuding, pemberhentian Gunawan hanyalah akal-akalan pimpinan Golkar Bali memuluskan langkah Plt Ketua DPD I Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih alias Demer menjadi ketua definitif. "Secara politis, kami melihatnya justru lain. Apakah ini sebagai jalan untuk cara memuluskan Pak Demer menjadi ketua provinsi? Kalau tidak, kenapa harus ada Plt sebelum Musdalub? Ini akan menjadi pertanyaan besar," terang Koyan kepada Bali Express, Senin (10/6).

Koyan mengatakan, keputusan para elite partai semena-mena. Mestinya, sebelum penunjukan Plt, Gunawan yang dituduh melakukan pelanggaran harus dipanggil dan dimintai klarifikasi. Koyan sangat menyayangkan, bahwa pelanggaran yang dituduhkan kepada Gunawan tak masuk akal. 

"Mana ada tim pencari fakta datang ke Bangli? Bahkan kami kader partai di Bangli tidak pernah ada yang tahu kalau ada tim pencari fakta datang. PK atau yang lain. Saya tanyakan ke Pak Gunawan, apakah ada surat peringatan, atau pemanggilan, beliau bilang tidak ada dan tidak pernah," sesal pria asal Buahan, Kintamani ini.

Koyan pun tidak keberatan kalau misalnya Gunawan dicopot dengan alasan yang jelas, semisal tindakan yang merugikan maupun mencoreng nama partai. "Kalau ada hal sangat emergency atau membuat nama partai tercemar, bolehlah Plt. Itu pun harus ada mekanisme. Walaupun misalnya kasus (pelanggaran) yang besar, tentu ada pemanggilan. Asas praduga tak bersalah mestinya harus dijunjung," kata dia seraya menyebut, penunjukan Plt dilakukan secara sepihak.

Di mata Koyan, kepemimpinan Wayan Gunawan selama ini berdampak positif bagi Partai Golkar. "Jujur saya katakan, di tengah dominasi kawan-kawan di partai lain, Golkar Bangli suaranya justru tetap naik. Ini membuktikan Golkar Bangli tetap solid. Bahkan perolehan kursi Golkar setiap Pileg di Bangli selalu meningkat," tutur Koyan. 

Sementara itu, I Wayan Gunawan yang juga anggota DPRD Bali enggan berkomentar lantang perihal dirinya yang dicopot dari kursi ketua Golkar Bangli. "Inggih doakan saja nggih. Kawan-kawan kecamatan masih berjuang. Terima kasih-terima kasih," kata Gunawan singkat melalui telepon, Senin (10/6) malam.

(bx/aka/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia