Rabu, 19 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Tak Kunjung Operasi, Terminal Loka Crana Jadi Tempat Parkir Pribadi

10 Juni 2019, 23: 14: 36 WIB | editor : Nyoman Suarna

Tak Kunjung Operasi, Terminal Loka Crana Jadi Tempat Parkir Pribadi

MOBIL WARGA: Suasana Terminal Loka Crana Kota Bangli masih dihuni mobil pribadi, seperti terlihat Senin (10/6). (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, BANGLI - Terminal Loka Crana Bangli direncanakan beroperasi Juni ini. Tapi sampai minggu pertama Juni ini, belum tampak adanya persiapan pengoperasian terminal. Kondisi ini dimanfaatkan warga sekitar.

Pantauan  Bali Express Senin (10/6), kendaraan pribadi masih mendominasi parkir terminal. Sementara angkutan umum atau angkutan kota (angkot) tak tampak.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bangli memastikan pengopersian terminal bersamaan dengan pemindahan para pedagang kain di pasar eks Rutan Bangli (sebelah selatan terminal). Sebagai awal, Dishub Bangli akan menertibkan kendaraan pribadi yang diparkir di terminal. Sebab masih banyak kendaraan milik warga yang mangkal. 

Menurut Kepala Dishub Bangli, I Gede Artha, masyarakat sengaja memarkirkan kendaraan mereka karena melihat lahan masih kosong. "Ya nanti kami akan tata. Itu (mobil) kan sementara saja, dilihat lahannya kosong, ya diparkir saja," kata Artha, Senin (10/6).

Dishub Bangli akan memberlakukan tarif parkir bagi setiap kendaraan yang masuk. Untuk jangka panjang, tidak ada lagi warga yang menginapkan kendaraannya di terminal.

Kata dia, tidak menutup kemungkinan rencana penarikan tarif bagi kendaraan pribadi bakal terjadi. Dengan catatan, lahan kosong masih tersedia dan tidak mengganggu keberadaan angkutan umum. Masalah ini disesuaikan dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 Tahun 2011 tentang Retribusi Terminal, serta Perda Nomor 24 Tahun 2011 tentang Retribusi Parkir.

Setiap kendaraan akan dikenakan tarif bervariatif. Nanti akan ada petugas loket yang berjaga. "Kendaraan umum dikenakan retribusi Rp 500, untuk bus dikenakan Rp 1.000, dan untuk kendaraan angkutan barang Rp 2.000," urainya.

Pihaknya menjamin, apabila kebijakan ini diberlakukan, maka tak ada lagi angkot yang menarik penumpang di pinggir jalan. "Sehingga kami harapkan semuanya rapi dan tertib," pungkasnya.

(bx/aka/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia