Rabu, 19 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Gerindra Soroti Suwirta Soal Dermaga Gunaksa, Ancam Mau Dibawa ke KPK

11 Juni 2019, 17: 21: 50 WIB | editor : I Putu Suyatra

Gerindra Soroti Suwirta Soal Dermaga Gunaksa, Ancam Mau Dibawa ke KPK

SUASANA RAPAT: Suasana Rapat DPRD Klungkung dengan eksekutif, Selasa (11/6). (I MADE MERTAWAN/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SEMARAPURA - Fraksi Gerindra DPRD Klungkung dan eksekutif sedikit “memanas”. Pasalnya, tak hanya menyoroti Dermaga Gunaksa melalui pandangan umum fraksinya, Senin (10/6) lalu. Fraksi dengan Ketua AA Sayang Suparta tersebut juga mengungkit dermaga itu saat rapat kerja dewan dengan eksekutif, Selasa (11/6). Bahkan Gung Sayang sempat mengatakan akan membawa persoalan dermaga mangkrak itu ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Rapat kerja dipimpin Ketua DPRD I Wayan Baru. Hadir sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dipimpin Sekda Klungkung Gede Putu Gede Winastra. Gung Sayang berkomentar lantang terhadap kelanjutan Dermaga Gunaksa karena kelanjutan pembangunan dermaga yang dimulai era Bupati Klungkung I Wayan Candra tersebut semakin tak jelas.

Pemkab Klungkung justru akan membuat Pelabuhan Segitiga Emas. Sedangkan kelanjutan Dermaga Gunaksa yang rencana awal untuk penyeberangan Klungkung daratan-Nusa Penida tidak tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023.  Padahal, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat periode pertama (2013-2018) sempat mengatakan akan menuntaskan persoalan Dermaga Gunaksa dalam dua tahun.

“Nanti dalam pembahasan APBD akan membahas per session. Mohon nanti berikan klarifikasi. Kalau tidak, dengan hormat, dermaga saya sudah rencanakan bawa ke KPK,” tegas Gung Sayang.

Lanjut politikus asal Desa Paksebali, Kecamatan Dawan itu, persoalan dermaga dibawa ke KPK untuk ditindaklanjuti karena anggaran yang “ditanam” di sana begitu besar.  

Tak hanya Gung Sayang. Ketua Dewan I Wayan Baru juga mempertanyakan kelanjutan dermaga yang dibangun di eks galian C tersebut.  Karena dermaga itu mangkrak. Di sisi lain, Suwirta ancang-ancang membangun Pelabuhan Segitiga Emas. Pihaknya menegaskan, sikap kritis itu bukan karena Suwirta sudah keluar dari Gerindra. Namun lebih pada membawa aspirasi masyarakat.

Sekda Klungkung Putu Gede Winastra dikonfirmasi via telepon usai rapat kerja menjelaskan, dermaga tersebut telah menjadi kewenangan pusat, yakni menjadi pelabuhan antarprovinsi. Tak hanya melayani penyeberangan ke Nusa Penida, namun juga ke Lombok. Saat tim dari Kementerian Perhubungan turun ke dermaga setahun lalu, disebutkan bahwa kelanjutannya akan dikaji ulang.

“Sampai sekarang kami belum tahu hasil kajiannya,” ujar Winastra. Pemerintah pusat, lanjut dia, juga pernah akan menyerahkan aset dermaga itu. Namun karena saat uji coba 2017 lalu tidak berjalan mulus, sehingga Pemkab Klungkung tidak berani menerima asetnya. “Karena alasan itu kami tidak pasang pada RPJMD,” tegas Winatra.

Sementara disinggung terkait pernyataan Gung Sayang yang akan membawa persoalan itu ke KPK, pejabat asal Tabanan tersebut mengaku tidak paham maksud Gung Sayang. “Coba tanya ke yang bersangkutan. Saya tidak mengerti maksudnya,” ujar Winastra lalu tertawa.

Sekadar diketahui, Dermaga Gunaksa mulai dibangun 2006 lalu. Pembangunan di areal lahan seluas 12,33 hektare tersebut menggunakan dana Kabupaten Klungkung, Pemprov Bali dan pemerintah pusat. Duit negara yang sudah “ditanam” sekitar  Rp 300 miliar.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia