Rabu, 19 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Bangkrut Bisnis Bahan Bangunan, Kini Yudana Jual Sepatu Bekas

11 Juni 2019, 18: 15: 22 WIB | editor : I Putu Suyatra

Bangkrut Bisnis Bahan Bangunan, Kini Yudana Jual Sepatu Bekas

SEPATU : Penjual sepatu bekas I Made Yudana tengah membersihkan sepatu di tokonya di Banjar Guliang, Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, Selasa (11/6). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR - Hidup ini jika dipikirkan memang tidak mudah, bahkan beberapa orang merasakan sangat susah. Meski demikian, bukan berarti kita harus pasrah, karena setiap orang tak bisa terhindar dari masalah. Terpenting selalu berdoa, berusaha, dan tabah, niscaya kedepannya akan  dirasa mudah. 

Seperti halnya apa yang dirasakan oleh I Made Yudana, pria 44 tahun asal Banjar Guliang, Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, dulu sempat berjaya berjualan bahan bangunan. Bahkan sampai memiliki sebua toko bangunan yang berlantai, namun sayang di tengah perjalanan usahanya itu ia mengalami permasalahan hingga akhirnya bangkrut. 

Saat ditemui Bali Express (Jawa Pos Group) ia mengaku toko bahan bangunannya sudah anjlok pada dua tahun lalu. Selain persaingan dengan toko bangunan lainnya yang sudah merambak di daerah setempat, juga diakibatkan beberapa faktor yang enggan ia jelaskan. Guna memulai usahanya dari bawah kembali, ia pun memiliki keinginan untuk berjualan sepatu bekas. 

"Saya harus melanjutkan usaha saya, namun tidak berjualan bahan bangunan lagi. Dengan modal yang ada waktu itu, saya coba berjualan sepatu bekas di toko yang setengah jadi ini dengan awalnya satu karung sepatu. Yaitu jumlahnya hanya 70 pasang saja," ungkap dia. 

Yudana pun mengaku ia tertarik menjual sepatu bekas berawal dari melihat postingan di facebook, sehingga menghubungi dan memesan di sana. "Berawal dari melihat di facebook, sampai saat ini saya memesan di sana. Pesannya lewat facebook kemudian dikirim melalui bandara, dan saya cari sampai sana," jelasnya. 

Usaha penjualan sepatu bekasnya itu pun sampai saat ini sudah mulai berkembang. Mulai dari menjual  hanya 70 pasang, sekarang sudah sampai 2 ribu pasang, selain sepatu, Yudana juga menjual sandal dan pakaian bekas sejak lima bulan lalu. Namun yang dikenal dari tokonya itu adalah sepatu bekasnya yang masih bagus dan original. 

"Kalau yang diminati pembeli sampai saat ini yaitu kualitas, dan mereknya. Karena ini rata-rata barang bekas namun barangnya asli, tidak KW. Memang ada beberapa yang KW tapi tidak semua, karena setiap pembeli saya suruh untuk memilih sendiri," tutur dia. 

Dalam kesempatan itu, ia juga mengatakan harga sepatu dan sandal bekas paling murah ia jual seharga Rp 50 ribu hingga Rp 500 ribu. Dijelaskan juga dalam sebulan barang yang ia miliki laku sebanyak 150 sampai 200 pasang sepatu. Belum lagi untuk sandal dan pakaian, sehingga sampai saat ini Yudana sudah merasakan hasil dari usaha barunya tersebut. Mulai menyekolahkan anaknya hingga kebutuhan sehari-harinya.

Disinggung terkait tempat jualan lainnya, selain di rumahnya itu Yudana mengaku tidak ada. Karena ia mengaku sudah nyaman dengan lokasi tersebut, dan sudah dikenal oleh pembeli yang berasal dari seluruh Bali. "Saya hanya promosi melalui facebook saja, di bawah saya pakai jualan dan lantai dua tempat tinggal saya untuk tidur," tandasnya. 

Yudana menambahkan, toko sepatu bekasnya itu buka setiap hari dari pukul 11.00 sampai pukul 20.00. Sedangkan paginya ia dibantu dengan istrinya, Ni Made Setya Dewi,38, untuk membersihkan ribuan pasang sepatu yang dijejer pada tokonya tersebut. 

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia