Rabu, 19 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Karyawan Tiara Dewata Disiksa Driver Ojol, Dipalu dan Ditusuk Gunting

11 Juni 2019, 18: 50: 26 WIB | editor : Nyoman Suarna

Karyawan Tiara Dewata Disiksa Drivel Ojol, Dipalu dan Ditusuk Gunting

Ilustrasi penyiksaan terhadap karyawan Tiara Dewata. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Ni Kadek Santrika, 21, perempuan yang bekerja di Tiara Dewata ini harus menanggung sakit dari sejumlah luka penganiayaan yang dilakukan oleh tetangga kosnya Dwi Apriyanto, 32. Pelaku yang kesehariannya sebagai driver ojek online (ojol) nekat memukuli korban dengan palu dan menusuknya dengan gunting, Selasa (11/6) pukul 13.00, di kamar mandi kosan Jalan Kapten Japa Gang XVIII Denpasar.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, pukul 13.30 korban yang tengah mandi mencurigai kehadiran seseorang. Perasaan curiga tersebut karena mendengar suara berisik di sebelah kamar mandi kamarnya. Selesai mandi, korban langsung memakai handuk dan bermaksud keluar. Sayangnya, saat akan keluar, korban dikagetkan oleh pelaku yang tiba-tiba terpeleset, jatuh dari atas tembok dan menimpanya.

Tak menunggu lama, pelaku langsung melancarkan aksinya dengan memukul kepala korban menggunakan palu. Korban berusaha menepis serangan pelaku, namun pelaku mencekik kuat lehernya dan menusuk korban dengan gunting. Korban kemudian berteriak meminta tolong, sebelum akhirnya pingsan dengan sujumlah luka di tubuhnya.

“Ada saksi yang sempat mendengar teriakan korban meminta tolong, lantaran akan dibunuh oleh pelaku,” terang sumber koran ini.

Teriakan korban kemudian didengar oleh seorang pedagang kopi, Endang Suretmi, 60, yang tidak jauh dari TKP. Sekitar pukul 14.00, Endang kemudian memberi tahu tetangga kosnya Mansur, 54, atas teriakan yang didengarnya. Keduanya lalu bergegas menuju sumber suara.

Sesampainya di TKP, saksi kemudian mendobrak pintu kamar mandi untuk menolong korban. Upaya tersebut sempat alot lantaran pelaku cukup kuat menahan pintu kamar mandi. “Ada perlawanan dari pelaku, sekitar lima belasan menit saling dorong pintu. Korban kan posisi tengadah tanpa busana,” imbuh sumber.

Setelah berhasil membuka pintu, saksi kemudian segera menolong korban yang telajang tanpa busana dan penuh bercak darah di kepala dan tangannya. Juga dengan sigap mengambil palu milik pelaku yang tergeletak di samping korban.

Mansur kemudian menyeret paksa pelaku keluar kamar mandi. Saat itu pelaku sempat meminta ampun. Saat saksi menyelamatkan korban, pelaku langsung masuk ke kamarnya dan menganti pakaian, lalu melarikan diri menuju Jalan Letda Reta dengan berjalan kaki. “Korban sudah dibawa ke RSAD Udayana,” terangnya.

Korban sendiri diketahui menderita 10 luka robek di kepala akibat benda tumpul, enam luka robek di tangan yang diakibatkan benda tajam, satu luka robek di perut, tepatnya di atas pusar dan satu luka robek di bahu kirinya. Belum diketahui pasti penyebab penganiayaan ini, lantaran pelaku masih dalam pengejaran petugas kepolisian.

Hingga berita ini ditulis, Kapolsek Denpasar Timur Kompol I Nyoman Karang Adiputra belum memberikan respon saat dikonfirmasi. Begitu juga Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan.

(bx/afi/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia