Selasa, 12 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Bangli Kirim 25 UKM Ikuti Pameran PKB, Didominasi Perajin Bambu

11 Juni 2019, 22: 12: 53 WIB | editor : Nyoman Suarna

Bangli Kirim 25 UKM Ikuti Pameran PKB, Didominasi Perajin Bambu

KHAS : Kerajinan bambu menjadi salah satu andalan Bangli yang diikutkan dalam pameran PKB. (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, BANGLI - Gebrakan Pemprov Bali menggratiskan stand UKM di Pesta Kesenian Bali (PKB) jadi angin segar. Kebijakan yang mengacu pada Pergub Nomor 4 Tahun 2019 ini menjadi kesempatan bagi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Bali untuk memperkenalkan dan mempromosikan produk-produknya ke masyarakat.

Hal itu berimbas pada meningkatnya animo pelaku usaha menengah di Bangli. Mereka yang mendaftar 25 pelaku usaha. Dari 25 UKM tersebut didominasi pengusaha kerajinan bambu. Sisanya adalah perajin perhiasan, pengusaha kuliner, kain, dan kelengkapan upacara.

Namun mereka tidak serta-merta diikutkan. Pengusaha ini harus melalui verifikasi dan seleksi. Sebab stand PKB yang digratiskan, tidak diberikan kepada semua pelaku usaha di Bali. 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli, Nengah Sudibya menyebut, peserta yang diterima melalui seleksi dianggap memenuhi syarat. Seperti kelayakan produk, memiliki nilai lebih. Dan tentunya memiliki surat tanda atau izin usaha dan daftar industri. "Itu syarat mutlak," kata pejabat asal Penglipuran, Bangli ini. 

Peserta UKM PKB tidak hanya diseleksi  tim Disperindag kabupaten. Tim dari provinsi juga sudah menguji kelayakan. "Artinya mereka yang ikut pameran adalah pelaku usaha yang terpilih, sudah memenuhi syarat untuk pameran," jelasnya.

Dia mengatakan, dari total peserta asal Bangli, semua itu dipecah ke dalam beberapa kategori, seperti kategori pelaku mandiri. Ada 18 pelaku usaha yang ikut secara mandiri. "Kami menyebutnya peserta aktif," tegas Sudibya.

Sedangkan sisanya dipecah dalam dua kelompok. Dua peserta mengikuti stand kuliner, sementara lima pelaku usaha ikut pameran pasif atau pameran atau stand yang ditanggung Disperindag Bangli. Mereka yang pasif ikut dalam stand kerajinan Dekranasda 9 kabupaten/kota.

Sudibya mengaku bangga karena Bangli tak kalah saing dengan daerah lain. Apalagi Bangli sudah punya landmark sebagai daerah yang kaya kerajinan bambu. "Lewat PKB ini, ada semacam kemajuan buat pelaku usaha di Bangli biar makin dikenal masyarakat luas," pungkasnya

(bx/aka/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia