Selasa, 15 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Enjoy Bali

Desa Gesing, Kecantikan Alam Terpendam di Buleleng Selatan

12 Juni 2019, 11: 37: 36 WIB | editor : I Putu Suyatra

Desa Gesing, Kecantikan Alam Terpendam di Buleleng Selatan

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Desa Gesing, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, selama ini terkenal akan sektor pertaniannya. Wilayah hilir, tanaman cengkih menjad (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Desa Gesing, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, selama ini terkenal akan sektor pertaniannya. Wilayah hilir, tanaman cengkih menjadi unggulan. Sedangkan di hulu berupa kopi maupun berbagai jenis tanaman hortikultura. Dijelajahi lebih jauh, desa berudara sejuk ini juga memiliki potensi alam yang luar biasa, berupa air terjun. Oleh masyarakat setempat, air terjun itu diberi nama Air Terjun Gesing. 

Air Terjun Gesing jaraknya sekitar satu kilometer di barat pusat desa. Dalam perjalanan, mata dimanjakan dengan suasana alam yang masih perawan. Jalan setapak diapit pohon cengkih yang sudah berbuah. Ada pula tanaman kopi yang tumbuh di sela-selanya. Suasana hirup pikuk sama sekali tak terasa. Sangat tenang dan hening. Kita benar-benar dibawa ke suasana pedesaan. 
Jalan tergolong bagus, meski sedikit menurun dan berliku. Desiran angin pegunungan mampu melenyapkan lelah. Belum lagi sesekali ditambah kicauan burung. Makin berjalan turun menuju kawasan lembah, rasa sejuk semakin terasa. Bahkan, ada sedikit rasa dingin. Sekitar 200 meter sebelum sampai, suara air terjun sudah memanjakan telinga. Memantik rasa penasaran akan pesonanya. 
Begitu melihat, air terjun setinggi sekitar 50 meter ini benar-benar masih alami. Airnya sangat jernih, terjun tipis berwarna putih, memunculkan gradasi pada bebatuan yang ada dibaliknya. Pepohonan rindang juga masih mengelilingi. Masih sangat hijau. Air terjun ini benar-benar masih tersingkap. 
Sembari duduk di atas bebatuan yang berbalut embun, mata dibuat tak bosan memandanginya. Air terjun yang paling besar itu berdebur, suaranya bersahutan dengan air terjun kecil yang mengalir tipis di sekitarannya. Udara sejuk begitu terasa merasuk ke dalam tubuh. Sungguh indah.
Langkah penataan terhadap air terjun yang berbatasan dengan Desa Umajero, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng itu, mulai dilakukan. Komunitas Pemuda Peduli Wisata (KPPW) turut ambil bagian. "Penataan mulai kami lakukan dari tiga bulan lalu. Kami sampai buat tenda. Ada juga bersih-bersih sampah," ujar Ketua KPPW Desa Gesing, I Gede Yogi Adi Prawira kepada Bali Express ( Jawa Pos Group), Minggu (9/6) lalu. Upaya yang dilakukan itu perlahan membuahkan hasil. Seiring air terjun semakin terlihat bagus, kunjungan mulai berdatangan, meski masih didominasi orang lokal. Ketika hari libur, bisa sampai ratusan orang. Tak sedikit yang mengabadikan kunjungannya dengan berswafoto. Menggaet kunjungan, promosi terus dilakukan. Media sosial, seperti facebook, instagram menjadi senjata. "Promosi berupa foto dan video. Cukup banyak yang melihat. Karena masih tahap pengembangan, tidak ada pungutan wajib. Hanya bersifat donasi saja," terangnya. 
Tidak jauh dari air terjun ini juga ada satu lagi air terjun. Hanya saja belum ada akses menuju kesana. "Ini yang perlu infrastruktur. Kami ingin kunjungan kedepan semakin banyak," imbuh pria yang juga menjadi guru ini.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia