Rabu, 24 Jul 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Ada yang Aneh di Kamar Pemukul Karyawan Tiara dengan Palu Itu

12 Juni 2019, 17: 14: 40 WIB | editor : I Putu Suyatra

Ada Aneh di Kamar Pelaku yang Memukul Karyawan Tiara dengan Palu Itu

MULAI MEMBAIK: Kondisi Kadek Santrika saat dirawat di RSAD Udayana, Rabu (12/6). (AYU AFRIA UE/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Pasca mendapat pukulan palu di kepala serta tusukan gunting di perut, Kadek Santrika, 21 kondisnya kini semakin membaik. Korban tampak ceria dan tersenyum saat Koran ini menemuinya di Ruang Ratna kamar nomor 10 RSAD Udayana pada Rabu (12/6). Pengakuannya, korban mendapat 28 jahitan di kepala dan dua jahitan di perutnya. Korban bisa selamat karena pura-pura pingsan shingga pelaku berhenti menganiayanya.

Ruang Ratna kamar nomor 10 ramai pengunjung pasien sekitar pukul 12.00, keluarga besar tengah menemani korban penganiayaan Kadek Santrika. Di antaranya ayah kandung korban, kakak kandung korban, saudara sepupu korban serta rekan kerja korban. Kadek, sapaan akrab korban masih terbaring lemas dengan suara parau, sesekali memejamkan mata efek dari obat yang dikonsumsinya.

Rambut kepalanya pun digundul, ada 28 jahitan yang diakui Kadek akibat pukulan palu pelaku Dwi Apriyanto, 32. Dan dua jahitan di perutnya akibat luka tusukan gunting. Kadek pun sempat mengalami muntah efek luka di kepalanya, namun kini sudah tertangani dengan baik.

 “Aku pura-pura pingsan supaya dia berhenti. Lama itu, sekitar 20 menitan baru ditolong oleh ibu penjual kopi. Padahal jam segitu biasanya ibunya sudah pergi jualan. Nggak ada dendam, kalau ketemu sama-sama nyapa. Pernah ngajakin keluar tapi saya nggak mau, nggak bisa,” ucapnya.

Pada saat kejadian Kadek pun melakukan perlawanan kepada pelaku. Usai kepalanya dipukuli dengan palu, Kadek berusaha merebut palu tersebut. Usai palu berhasil direbut, pelaku kemudian mencekik leher Kadek sembari menindih kedua kakinya. Pelaku kemudian mengeluarkan gunting dari saku cenananya dan terus menganiaya korban.

“Maunya kan aku tendang itunya (selangkangan pelaku). Tapi nggak bisa, kakiku didudukin sama dia. Jadi pura-pura sudah pingsan supaya dia berhenti menganiaya saya. Tapi saya buka mata sedikit-sedikit melihat dia, kelihatan dia agak bingung-bingung melihat saya pingsan,” kenangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya Kadek Santrika yang bekerja di Tiara Dewata ini dianiaya oleh tetangga kosnya Dwi Apriyanto, yang sehari-hari sebagai driver ojek online (ojol). Dengan menggunakan palu dan gunting, pelaku melancarkan pemukulan dan penusukan kepada korban pada Selasa (11/6) pukul 13.00 di kamar mandi kosan jalan Kapten Japa gang XVIII Denpasar. Sayangnya, usai menganiaya korban pelaku langsung mengganti pakaian dan kabur dari TKP.

Ada Aneh di Kamar Pelaku yang Memukul Karyawan Tiara dengan Palu Itu

BALI EXPRESS, DENPASAR - Oknum ojek online (Ojol), Dwi Apriyanto, 34, yang memukul karyawan Tiara Dewata Kadek Santrika, 21 dengan palu dan menusuknya dengan gunting diduga memiliki kelainan. Sebab, ada yang aneh ditemukan polisi di kamar pelaku. Ditemukan botol-botol berisi air kencing. Hal itu disampaikan salah satu kerabat korban. Informasi itu dia dapatkan dari petugas kepolisian.

“Ada kencingan gitu. Air kecing di dalam kamarnya,” imbuhnya.

Atas kejadian ini, pihak keluarga berharap agar pelaku segera tertangkap dan mendapatkan hukuman setimpal. Bersyukur atas nyawa Kadek yang masih bisa terselamatkan meski harus menderita sejumlah luka. Sementara itu dikonfirmasi terpisah Kapolsek Denpasar Timur I Nyoman Karang Adiputra menyampaikan bahwa hingga Rabu sore pelaku masih belum diamankan. “Belum,” jawabnya singkat melalui pesan WhatsApp.

Pelaku sendiri dikenal baik dan ramah oleh tetangga kosan lainnya, meski baru sekitar tujuh bulan tinggal di kosan Jalan Kapten Japa gang XVIII Denpasar tersebut. Bahkan kepada anak Liantari (sepupu korban), pelaku kerap membawakan makanan usai pulang ngojek.

Sekitar dua bulan belakangan, prilaku pelaku berubah kepada sekitarnya, mulai dari jarang pulang ke kos hingga kebiasaan kecilnya pun berubah. “Pokoknya ramah, wajahnya polos banget kelihatan baik kok. Nyapa biasa aja, nggak kerja. Begitu aja,” imbuh Kadek.

Kadek yang sudah lebih dalu tiga tahun kos di TKP ini tak menaruh curiga sama sekali kepada pelaku. Kadek mulai curiga kepada gerak-gerik pelaku yang berambut panjang ini, usai merasa dirinya mendapatkan teror dari seseorang yang mirip pelaku.

Beberapa minggu sebelumnya, saat korban akan mandi dan menutup pintu gerbang kos. Gerbang kos tiba-tiba terbuka saat dirinya tengah mandi. Sementara di kosan pada jam-jam tersebut tidak ada orang. Saat dirinya keluar dari kamar mandi, sekelebat perawakan pelaku tampak lari. Apalagi dengan ciri-ciri rambut pelaku yang khas.

 “Sudah sering diteror. Kamar mandinya kan di luar, kos kami kan rumah lama orang Bali itu. Ada dua kamar mandi tapi sekatnya nggak sampai atas. Pelaku lewat situ. Kelihatannya sudah direncanakan karena sudah bawa palu, gunting dan selimut untuk membekap saya. Sudah tahu jam-jam saya mandi,” ungkapnya.

Kecurigaan tersebut bertambah ketika pelaku diketahui sudah pamitan akan mudik ke kampung halamannya Bandar Lampung kepada pemilik kosan sebelum lebaran dihari-hari sebelumnya. Namun, lima hari sebelum kejadian nahas tersebut pelaku masih keluyuran di sekitar kosan. Pun sekelebat langsung bersembunyi saat ketahuan oleh korban.

Saat tidur siang sebelum jam kejadian pun, korban sudah mendapatkan firasat, diakuinya entah setengah bermimpi atau tidak, didatangi bayang-bayang yang mirip dengan bayangan pelaku, sama persis. Namun Kadek tak ambil pusing firasat tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya Kadek Santrika yang bekerja di Tiara Dewata ini dianiaya oleh tetangga kosnya Dwi Apriyanto, yang sehari-hari sebagai driver ojek online (ojol). Dengan menggunakan palu dan gunting, pelaku melancarkan pemukulan dan penusukan kepada korban pada Selasa (11/6) pukul 13.00 di kamar mandi kosan jalan Kapten Japa gang XVIII Denpasar. Sayangnya, usai menganiaya korban pelaku langsung mengganti pakaian dan kabur dari TKP.

(bx/afi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia