Selasa, 19 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Features

Pensiunan Guru Kembangkan Teh Penawar 43 Penyakit Kronis

12 Juni 2019, 17: 49: 57 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pensiunan Guru Kembangkan Teh Penawar 43 Penyakit Kronis

KEMAS-KEMAS: Nyoman Suadnya ketika mengemas teh Kelba di pabrik rumahnya, di Penglipuran, Bangli, Rabu (12/6) sore. (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, BANGLI - Seorang pensiunan guru SMP di Bangli berhasil mengolah daun kelor dan bawang berlian menjadi minuman berkhasiat. Berdasarkan hasil uji laboratorium, produk yang dia kembangkan dari bahan kombinasi tumbuhan itu dapat menjadi penawar 43 penyakit kronis. Di antaranya kanker, diabetes, jantung, hipertensi, gagal ginjal, dan banyak lagi.

Nyoman Suadnya, pensiunan guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) SMP Negeri 2 Bangli, itu sudah menekuni dunia usada sejak 20 tahun silam. Berawal dari pengalaman pribadi yang mengidap beragam penyakit, dia memutuskan melakukan percobaan terhadap beragam tanaman berkhasiat. Motivasinya satu, untuk membantu orang yang mengidap penyakit kronis.

Pria asli Banjar Penglipuran, Kelurahan Kubu, Bangli, itu bukan orang lama di dunia pengobatan alternatif. Meski berlatar belakang pendidik, Suadnya juga seorang praktisi pijat refleksi. Untuk mendukung usahanya, dia juga mengembangkan minuman herbal sebagai pengganti obat-obatan. Agar mudah dikonsumsi berbagai kalangan, dia memutuskan mengolahnya menjadi teh.

Suadnya menceritakan, ide pertama mengembangkan teh berbahan kelor dan bawang berlian berdasar pengalaman pribadi. Suadnya sempat menderita prostat. Penyakit itu lenyap dari tubuh Suadnya setelah memakan satu siung bawang sebanyak tiga kali dalam sehari. "Itu saya lakukan selama 20 hari rencananya," kata Suadnya ditemui di rumahnya di Penglipuran, Bangli, Rabu (12/6).

Tapi belum sampai 20 hari, Suadnya mengalami kencing darah. Dia tidak terlalu khawatir karena sebelumnya sudah mendapat informasi. Bawang berlian ampuh menyembuhkan penyakit kronis. "Tapi istri saya yang paling takut. Akhirnya ke rumah sakit di Denpasar. Hasilnya prostat saya hilang," kenang Suadnya.

Informasi manfaat kelor juga dia terima dari salah seorang kerabatnya asal Gianyar. Kata dia, khasiat kelor setara dengan bawang berlian yang mampu menyembuhkan 43 penyakit. Bahkan kata dia, khasiat daun kelor sempat diuji oleh ilmuwan di Jerman. "Orang Bali juga percaya kalau daun kelor berkhasiat. Jadi ada kombinasi. Yang penting bukan bahan kimia," tegasnya.

Dia lantas berpikir supaya bawang dan daun kelor bisa dikonsumsi. Salah satu yang akrab di masyarakat adalah minuman celup semacam teh. Dua bahan ini dikombinasi, dan melahirkan produk baru yang dia sebut "Teh Kelba" alias Teh Kelor dan Bawang (berlian). "Saya kembangkan ini sudah dari akhir 2018. Sedikit-sedikit awalnya. Sekarang juga masih sedikit karena belum banyak dikenal," ungkap pria dua anak ini.

Kenapa mesti teh? Suadnya mengakui bahwa olahan daun kelor sudah banyak diproduksi. Misalnya di Jawa Tengah dijadikan serbuk. Kemudian olahan sirup daun kelor juga sudah berkembang di Tabanan. "Saya pilih yang lain tapi masih minuman rakyat," celetuknya.

Sebetulnya, minuman pertama yang dia kembangkan adalah teh bawang berlian. Cara penyajian pun masih sama seperti Teh Kelba andalannya. Namun teh bawang berlian jauh lebih populer ketimbang teh kelor. Teh bawang sudah dia produksi sejak 2016 silam. 

"Itu tidak lepas dari pengalaman kawan saya. Tetangganya di Banjar Kawan, Bangli mengidap tumor perut. Akhirnya sembuh setelah makan bawang berlian mentah tiga siung tiga kali sehari. Iparnya mengidap getah bening. Sampai sekarang beliau masih bugar," tutur Suadnya.

Bisnis yang dia geluti perlahan berkembang dan kini mampu memenuhi kebutuhan seluruh Bali. Puncaknya ketika Suadnya dengan brand "Pekak Bagus" mengikuti pameran di Penglipuran Festival, tiga tahun berturut. Usaha ini masih bersifat home industry. Dia hanya mengandalkan anak dan menantu sebagai karyawan. Bahkan sang buah hati turut membantunya merancang desain kemasan.

(bx/aka/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia