Senin, 09 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Sportainment

KONI Tabanan Gelar TC Sentralisasi Porprov, Anggaran Hampir Rp 1,3 M

12 Juni 2019, 20: 34: 32 WIB | editor : I Putu Suyatra

KONI Tabanan Gelar TC Sentralisasi Porprov, Anggaran Hampir Rp 1,3 M

TC: Suasana TC sentralisasi atlet oleh KONI Tabanan. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, TABANAN – Jelang Porprov Bali yang akan digelar bulan September 2019 mendatang, sebagai tuan rumah KONI Tabanan mulai menggelar Training Camp (TC) sentralisasi bagi para atlet dengan anggaran Rp 1.291.884.000 atau hampir Rp 1,3 miliar.

Sekretaris KONI Tabanan, I Made Nurbawa menjelaskan bahwa TC atau pemusatan latihan bertujuan agar seluruh kontingen mulai fokus menuju Porprov dengan pola dan standar pelatihan yang terarah sesuai standar Porprov. 

"Dengan volume pelatihan minimal 48 kali selama 3 bulan yakni mulai bulan Juni hingga Agustus," ujarnya Rabu (12/6).

Disamping itu, menurutnya TC juga dilakukan untuk menjaring lebih ketat kesiapan dan prestasi atlet sebelum ditetapkan menuju Porprov. Begitu juga sarana dan prasana pelatihan yang sudah dikondisikan seperti Pelaksanaan Porprov. "Seluruh Kontingen yang jumlahnya mencapai 714 orang melaksanakan TC di tempat pelatihan masing-masing cabor, atau ditempat lain sesuai kebutuhan cabor. Pelatihan juga bisa dilakukan diluar daerah (Try Out,Red)," paparnya.

Lebih lanjut dikatakannya, melalui TC sangat mungkin ada atlet yang terdegradasi sehingga disamping aspek fisik selama TC juga diberikan tentang pendalaman strategi, motivasi dan penguatan mental. Selain itu manager cabor wajib melaporkan proses dan perkembangan pelatihan dan akan dimonitoring secara berkala oleh KONI yang dikoordinir oleh Koordinator Kontingen Tabanan di Porprov.

Adapun biaya dalam penyelenggaraan TC sentralisasi tersebut KONI Tabanan menganggarkan dana Rp 1.291.884.000. Dimana jumlah itu sudah termasuk dalam program try out maupun try in. Namun besaran anggaran yang diberikan untuk 36 cabor yang mengikuti sentralisasi tersebut, nominalnya berbeda, tergantung dari keperluan cabor itu sendiri, terutama soal fasilitas atau alat penunjang latihan. "Jadi cabor yang menggunakan alat dalam latihannya harus dioptimalkan, karena hal itu berhubungan dengan pengeluaran dana lebih. Sehingga harus dimanfaatkan semuanya dengan bagus, serta TC dijalankan cabor harus maksimal dan optimal,” sambungnya.

Dan mengenai prestasi, menurut Nurbawa pihaknya melihat peluang dari sejumlah cabor mulai dari Petanque, Wushu, Woodball, Silat dan lainnya. "Tidak hanya itu saja, tentunya kita harapkan juga emas dari cabor lain karena motto Tabanan adalah "Tambah Medali Naik Peringkat",' tandas Nurbawa.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia