Kamis, 21 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Nganyut di Pantai Manggis, Seorang Warga Tewas Digulung Ombak

12 Juni 2019, 22: 12: 15 WIB | editor : Nyoman Suarna

Nganyut di Pantai Manggis, Seorang Warga Tewas Digulung Ombak

EVAKUASI: Potongan video yang discreenshoot saat sejumlah warga berupaya mengevakuasi korban, Dewa Nyoman Sutama di Pantai Manggis, Rabu (12/6). (SCREENSHOOT FACEBOOK)

Share this      

BALI EXPRESS, KARANGASEM - Gelombang tinggi dan kerasnya ombak pantai, Rabu (12/6) memakan korban di Karangasem.  Dewa Nyoman Sutama, 45, asal Dusun Kawan, Desa Manggis, tewas digulung ombak saat prosesi upacara nganyut di Pantai Manggis, sekitar pukul 12.30.

Kapolsek Manggis Kompol I Nengah Subangsawan membenarkan kejadian yang mengakibatkan korban jiwa tersebut. Dengan alasan pihak keluarga tidak mau melapor, pihaknya enggan membeber kronologis kejadian termasuk nama korbannya.

Informasi yang dirangkum Bali Express (Jawa Pos Group), kejadian berawal saat korban bersama keluarganya nganyut abu jenasah serangkaian upacara ngaben. Korban nganyut ke pantai bersama tiga orang, sedangkan keluarga lainnya berada di pinggir pantai.

Belum selesai proses upacara tersebut, korban dan tiga rekannya digulung ombak. Kejadian itu membuat warga yang berada di pantai berteriak histeris. Tiga orang berhasil selamat, sedangkan satu korban tak tertolong. Begitu berhasil dievakuasi oleh keluarganya, dia sempat dilarikan ke Klinik Penta Medika Manggis. Sayang, nyawanya tak tertolong.

“Memang benar itu warga kami di Desa Manggis,” ujar Bendesa Adat Manggis I Wayan Reni, Rabu malam.

Kerabat korban, Reni, menuturkan, korban diselamatkan oleh tiga orang yang ikut nganyut. Saat upacara tersebut, ombak memang keras. Ombak secara bertubi-tubi menghantam keempat orang yang tengah nganyut. “Tiga orang berhasil selamat. Satu meninggal dunia,” tegas Reni.

Seperti diketahui, cuaca di laut tak bersahabat sejak Selasa (11/6). Data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem menyebutkan, tinggi gelombang di perairan Karangasem 3-4 meter. Kecepatan angin 10-20 knots. “Ombak pantai juga keras,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa dikonfirmasi terpisah.

Pihaknya pun mengimbau warga tetap waspada. Sebisa mungkin menghindari aktivitas di pantai, apalagi di laut. Nelayan yang bergantung hidup di laut diharapkan selalu memperhatikan tinggi gelombang, termasuk hal lain yang bisa membahayakan nyawa di laut. “Belum bisa dipastikan kapan kondisi cuaca di laut akan normal,” terang Arimbawa.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia