Kamis, 18 Jul 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Investor Lirik Desa Kelating untuk Wisata Terjun Payung

13 Juni 2019, 22: 51: 46 WIB | editor : Nyoman Suarna

Investor Lirik Desa Kelating untuk Wisata Terjun Payung

Plt Dinas Pariwisata Tabanan I Made Yasa (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, TABANAN -  Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan menjadi incaran investor. Banyak  investor tergoda untuk membangun usaha di kawasan itu. Saat ini saja sudah ada sejumlah villa di Desa tersebut, termasuk sebuah villa mewah yang sering dikunjungi artis bahkan pejabat.

Kabarnya investor kembali melirik Desa Kelating untuk membangun sebuah wisata yang masih cukup langka di Bali, yakni terjun payung. Hal itu rencananya akan segera dikoordinasikan ke Bupati Tabanan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Bali Express di lapangan, investor tersebut adalah Skydive Bali yang dipimpin Danny May. Investor tersebut memerlukan lahan seluas 12 hingga 20 hektar untuk dijadikan landasan pesawat yang take off ataupun landing.

Menurut sumber, Tabanan dipilih karena berdasarkan hasil koordinasi investor dengan Airnav Denpasar, kawasan Tabanan tidak terganggu penerbangan, mengingat daerahnya jauh dari area pesisir Pulau Bali.

Hal itu pun dibenarkan Plt Dinas Pariwisata Tabanan, I Made Yasa. Ia mengatakan bahwa memang ada investor yang melirik Desa Kelating untuk dijadikan wisata terjun payung. Investor itu pun sudah melakukan koordinasi ke Dinas Pariwisata Tabanan sekitar satu bulan yang lalu.

 "Ya mereka dari Skydive Bali, sudah berkoordinasi ke kami sekitar satu bulan lalu," ungkapnya, Kamis (13/6).

Dalam koordinasi tersebut, investor mengungkapkan bahwa membutuhkan lahan sekitar 20 hektar untuk tempat pesawat take off atau landing. Investor tersebut juga mengatakan, telah melakukan penjajakan dengan masyarakat setempat dan mendapatkan respon yang baik. "Tetapi kami belum tahu lokasi pastinya ,karena belum turun," imbuhnya 

Selain itu, apabila rencana pembuatan objek wisata terjun payung mendapatkan ijin, pihak investor berjanji akan menyediakan lapangan kerja untuk masyarakat setempat sekitar 40 orang staf. "Dan mereka sempat bilang, kalau mendapatkan ijin, rencananya akan digarap Desember 2019," sambungnya.

Oleh karena keputusan ada pada pimpinan, maka secepatnya Dinas Pariwisata dan investor akan berkoordinasi dengan Bupati. "Dalam waktu dekat kami akan menghadap, untuk menjelaskan rencana ini ke pimpinan," tegas Yasa.

Menurutnya, adanya wisata terjun payung sangat bagus untuk pariwisata Tabanan denvan catatan investor memberikan manfaat dan keuntungan terutama masyarakat lokal. "Rencana ini bagus karena bisa mendatangkan wisatawan, asalkan seluruhnya harus sesuai prosedur serta tidak menganggu kenyamanan masyarakat dan bisa bekerjasama dengan pemerintah Tabanan," pungkasnya.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Bendesa Adat Kelating I Dewa Made Maharjana membenarkan  bahwa pihak investor sudah melakukan koordinasi ke Desa Kelating. Menurut investor, luas lahan yang diperlukan sekitar 25 hektar. Di lokasi lahan yang dimaksud seluas 25 hektar itu, terdiri dari tanah milik adat dan tanah milik perorangan. "Dari 89 pemilik sertifikat, termasuk milik adat, sudah 80 persen krama setuju tanahnya untuk disewakan, bukan dibeli," paparnya.

Lebih lanjut dikatakan, bahwa lahan tersebut sebenarnya lahan basah yang lokasinya di utara Khayangan Dalem dan timur Kahyangan Puseh Desa Adat Kelating. Namun kebanyakan masyarakat mengalami krisis generasi penerus di bidang pertanian dan lebih condong ke pariwisata sehingga rencana investor tersebut dikatakannya mendapatkan sambutan baik.

 "Generasi sekarang lebih suka ke pariwisata, jadi dengan adanya wisata terjun payung, tentunya akan membuka lapangan pekerjaan," imbuhnya.

Untuk saat ini, selaku krama, pihaknya berharap Pemerintah Tabanan dan investor kembali mensosialisikan ke masyarakat. "Kami harapkan pemerintah ikut mensosialisasikan agar masyarakat merasa nyaman dan tidak waswas," pungkasnya 

Sementara itu, salah seorang sumber di lapangan mengatakan bahwa krama subak akan menggelar rapat apakah menyetujui rencana investor tersebut atau tidak.

(bx/ras/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia