Selasa, 19 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Balinese
Panglukatan Pasiraman Bhuana Amertha

Lebur Kotor Lahir Batin dari Rendaman Akar Pohon Pole di Apuan

14 Juni 2019, 12: 16: 59 WIB | editor : I Putu Suyatra

Lebur Kotor Lahir Batin dari Rendaman Akar Pohon Pole di Apuan

AMERTHA : Pasiraman Bhuana Amertha, tempat Malukat yang disucikan sekitar tahun 1927, namun baru direnovasi sejak tiga tahun silam. (Pasiraman Bhuana Amertha for Bali Express)

Share this      

BALI EXPRESS, TABANAN - Ada banyak lokasi Malukat di Bali, namun pada umumnya memiliki fungsi yang sama sebagai pengusir mala yang ada pada tubuh manusia. Salah satunya adalah Pasiraman Bhuana Amertha di Banjar Tinungan, Desa Apuan, Kecamatan Baturiti, Tabanan. 

Penanggungjawab Jawab Panglukatan (tempat Malukat), Donatur,  Pangempon Utama Pasiraman Bhuana Amertha,  Drs I Wayan Norjana menceritakan, awal mula keberadaan Pasiraman Bhuana Amertha ini adalah munculnya bulakan (mata air alami) yang ditemukan oleh leluhur setempat yang saat itu sebagai Jero Mangku di Pura Dalem. Bulakan tersebut lalu dikembangkan menjadi telaga kecil yang berisi ikan Nyalian, yang ternyata di samping telaga tersebut tumbuh Pohon Pole (Pule). 

"Seiring berjalannya waktu, leluhur kami mendapatkan  firasat untuk menghaturkan sesajen di bulakan tersebut setiap rerahinan (hari penting umat Hindu), seperti Purnama dan Tilem. Kemudian, firasat kembali datang untuk memohon tirta untuk kesuburan tanaman," ujar Wayan Norjana didampingi Pemangku Panglukatan Bhuana Amertha, Jero Mangku Made Karya.

Selain itu, ada beberapa warga dan paranormal yang datang ke bulakan tersebut melakukan ritual panglukatan untuk memohon kesembuhan atas penyakit yang diderita, dan juga soal kesejahteraan. "Tempat malukat disucikan  sekitar tahun 1927. Namun baru dapat direnovasi sekitar tahun 2016 sampai 2019," imbuhnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group) kemarin.

Selanjutnya pada saat upacara Pamendeman Semara Reka untuk palinggih ada pemuus (ilham) yang berisikan tentang nama tempat suci ini, yakni Pasiraman Bhuana Amertha, dan tempat suci  ini diperbolehkan untuk semua umat (universal).
Sejatinya, Pasiraman Bhuana Amertha sudah dikenal dan didatangi masyarakat sebelum direnovasi.  Yang menjadi keunikan dari Pasiraman ini adalah rendaman dari akar Pohon Pole yang dipercaya bisa membantu kesembuhan. Sebelum direnovasi ada beberapa warga yang sudah berendam  dan Malukat di tempat ini, dan berhasil sembuh. Selain itu, pamedek (umat yang datang) juga memohon diberkati kesejahteraan, rezeki, termasuk untuk urusan pekerjaan dan kelancaran usaha

"Setelah dilakukan upacara pamlaspasan, Jumat, 19 April 2019 bertepatan di Purnama Sasih Desta Sukra Wage Wuku Wayang, Pasiraman ini semakin dikenal  masyarakat luas," paparnya.


Di samping itu, masyarakat yang tangkil (datang) mempercayai jika malukat di Pasiraman Bhuana Amertha, dapat menghilangkan mala ring angga sarira secara sekala dan niskala, serta dapat memohon keselamatan dan kesejahteraan (rezeki).
Pada umumnya cara malukat di Pasiraman Bhuana Amertha ini menggunakan sarana banten  sesuai dengan keyakinan masing-masing pamedek. "Bagi masyarakat yang ingin malukat menggunakan pakaian adat madya, serta diharapkan membawa pakaian pengganti," lanjutnya.


Pantangan ataupun larangan yang wajib dipatuhi jika ingin malukat di Pasiraman Bhuana Amertha, tidak diperbolehkan wanita yang sedang datang bulan dan masyarakat yang sedang cuntaka (sebel). 


Panglukatan ini terdiri dari dua tempat,  yakni bagian bawah dan di atas. Panglukatan bagian bawah atau disebut juga dengan Goa Bawah, terdapat air gebyoran (kecoran) yang bersumber dari Pasiraman Ratu Ayu. Kemudian Pancoran dalam goa ada tiga, yakni Pancoran Dukuh, Pancoran Naga, dan Pancoran Toya Buke. "Semua pancoran tersebut berfungsi untuk menghilangkan mala sekala dan niskala," ujarnya.
Selanjutnya di tempat panglukatan bagian atas, terdapat telaga besar yang bersumber dari air rendaman Akar Taru Pole. Lalu ada Pancoran Dedari (pancoran tunggal) yang fungsinya meningkatkan aura dalam diri, sedangkan Pancoran ring Goa Taru Pole  hanya boleh digunakan oleh pamedek yang sudah suci (minimal sudah melakukan prosesi pawintenan Saraswati).


Lima pancoran yang ada di depan Goa Taru Pole (mulai dari selatan ke arah utara) adalah Pancoran Amerta Sri Manik Galih yang berfungsi untuk melancarkan usaha, Pancoran Amerta Nawa Ratna yang berfungsi untuk menghilangkan segala mala, gering, mala petaka, upadrawa, dan kutukan. Selanjutnya Pancoran Amerta Sidi Nugraha Saraswati yang berfungsi untuk memohon kesidian, keutamaan dalam ilmu pengetahuan. Pancoran Amerta Cakra Bumi yang berfungsi untuk menghilangkan sakit akibat terkena ilmu hitam, aji ugig, aji pangleakan, dan Pancoran Siwa Sutra Pangastuti yang berfungsi untuk memohon panugerahan Siwa dalam peleburan segala mala.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia