Kamis, 18 Jul 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Bersihkan Bawah Laut Lovina, Puluhan Penyelam Diterjunkan

14 Juni 2019, 21: 09: 44 WIB | editor : I Putu Suyatra

Bersihkan Bawah Laut Lovina, Puluhan Penyelam Diterjunkan

PENYELAM: Sejumlah penyelam diterjunkan untuk membersihkan bawah laut Lovina, Buleleng, Jumat (14/6). (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Sebanyak 38 orang penyelam dari 15 dive center yang tergabung dalam aksi Buleleng Underwater and Beach Clean Up 2019 melakukan pembersihan sampah plastik di terumbu karag laut pantai Lovina. Acara yang digagas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng ini diakukan serangkaian memperingati Hari Lingkungan Hidup dan Hari Kelautan Sedunia.

Kegiatan buleleng underwater & beach clean up ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan di Bali. Aksi ini digadang-gadang mendukung visi misi Gubernur Bali, Nangun Sat kerthi Loka Bali. Terlebih, Kabupaten Buleleng memiliki laut terpanjang di Bali.

Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana yang turut hadir di acara tersebut mengungkapkan panjangnya garis pantai membuat banyak sampah kiriman yang tertampung ke dalam laut Buleleng. Ia pun berharap masyarakat turut serta memperhatikan kondisi kebersihan alam bawah laut. Mengingat Buleleng sedang mengembangkan wisata bahari.

“Saya sangat prihatin melihat para nelayan di Buleleng yang terhambat saat melaut karena banyaknya sampah plastik di terumbu karang, dan ikan-ikan di laut juga terkena dampaknya,” katanya.

Sementara itu Kepala DLH Kabupaten Buleleng, Putu Ariadi Pribadi menjelaskan, sampah plastik yang mencemari terumbu karang khususnya di laut pantai lovina merupakan sampah kiriman. Sebab pada musim penghujan kiriman sampah dari tujuh sungai yang bermuara dikawasan pantai lovina membuat sampah kian menumpuk.

Lanjutnya, langkah ini juga dijadikan momen rehabilitasi terhadap terumbu karang yang rusak dan patah pasca diterjang gelombang besar pada bulan Januari dan Februari lalu. Sehingga terumbu karang yang rusak bisa tumbuh kembali seperti sediakala. “Wisatawan yang melakukan kegiatan snorkling maupun diving merasa nyaman dan puas,” ujarnya.

Pembersihan terumbu karang dari sampah plastik inipun rencananya akan dilakukan secara kontinyu. Kedepan pihaknya akan tetap melibatkan dive-dive center yang terdapat di Buleleng dalam upaya pembersihan.

”Mereka akan turun melakukan aksinya kurang lebih satu jam, dengan beberapa level kedalaman, ada yang 10 meter ada 15 meter dan ada juga kedalaman 20 meter. Sebagian besar diver berasal dari Buleleng, ada beberapa dari wisatawan asing yang mendukung kegaiatn ini” katanya.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia