Minggu, 15 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali Under The Moon

Generasi Muda Ikut Panen Padi saat Pra Festival Jatiluwih 2019

15 Juni 2019, 18: 28: 39 WIB | editor : Chairul Amri Simabur

Generasi Muda Ikut Panen Padi saat Pra Festival Jatiluwih 2019

PANEN : Suasana Pra Festival Jatiluwih 2019 yang diisi kegiatan panen padi bersama dan melibatkan generasi muda pada Sabtu kemarin (15/6). (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, TABANAN – Salah satu petak sawah di kawasan Subak Jatiluwih mendadak ramai pada Sabtu kemarin (15/6).

Itu lantaran, sepetak sawah itu dijadikan lokasi berlangsungnya Pra Festival Jatiluwih 2019 yang diisi dengan panen raya.

Dalam panen raya itu, para peserta dapat ikut memanen padi bersama para petani di Desa Jatiluwih.

Manajer Operasional DTW Jatiluwih, I Nengah Sutirtayasa, menjelaskan bahwa Pra Festival Jatiluwih 2019 diisi dengan panen raya. Kegiatan itu diikuti juga oleh para generasi muda. Yakni dari Karang Taruna Desa Jatiluwih serta para finalis Duta Hijau Bali.

Selain itu, ada juga para undangan yang terdiri dari Sekda Tabanan I Gede Susila mewakili Bupati Tabanan dan Asisten II Setda Tabanan AA Trisna Dalem.

Kemudian Kadis Pertanian Tabanan I Nyoman Budana, Kadis Kebudayaan IGN Supanji, Camat Penebel IGAN Supartiwi, Perbekel Jatiluwih I Nengah Kartika dan undangan lainnya.

"Panen raya ini sendiri memang dilakukan rutin setiap bulan Juni saat memasuki masa panen oleh petani di Desa Jatiluwih," ucapnya.

Dijelaskan juga, panen padi beras merah dilakukan menggunakan ani-ani atau alat pemetik padi tradisional kini sudah jarang digunakan karena yang mahir menggunakannya sebagian besar petani yang sudah berumur.

"Kami berharap, ajang ini bisa menjadi media edukasi bagi para generasi muda yang yang tergabung dalam Karang Taruna maupun finalis Duta Hijau Bali. Selain itu kami berharap mereka juga bisa sharing pengalaman kepada teman-teman sebayanya," lanjutnya.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta dipandu Divisi Pelestarian DTW Jatiluwih yang anggotanya terdiri sembilan Kelihan Tempek di Subak Jatiluwih.

Di samping itu, kegiatan ini digelar karena pihaknya melihat dunia pertanian saat ini kurang digemari oleh anak muda pada umumnya di Bali. "Padahal pertanian adalah salah satu pondasi dalam pariwisata. Khususnya DTW Jatiluwih," imbuh Sutirtayasa.

Dengan demikian, para generasi muda diharapkan nantinya dapat meregenerasi keberlanjutan dari obyek DTW Jatiluwih. Dan pihaknya sebagai pengelola akan lebih melibatkan para generasi muda di setiap kegiatan yang berhubungan dengan pariwisata dan pertanian yang dikelola di DTW Jatiluwih untuk keberlanjutan. 

(bx/ras/hai/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia