Kamis, 18 Jul 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Produksi Kopi Buleleng Mulai Naik

16 Juni 2019, 17: 01: 52 WIB | editor : I Putu Suyatra

Produksi Kopi Buleleng Mulai Naik

Plt Kadis Pertanian Buleleng, Sumiarta. (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Produksi komoditas kopi di Buleleng sempat mengalami penurunan hasil panen pada tahun 2016 hingga tahun 2017 karena cuaca buruk. Namun produksi unggulan Dinas Pertanian Buleleng ini kembali mengalami trend peningkatan di tahun 2018.

Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, I Made Sumiarta, belum lama ini mengungkapkan topografi Buleleng sangat berpotensi untuk pengembangan tanaman kopi. Data terakhir di tahun 2018 lalu, jumlah lahan kopi yang dikembangkan di Buleleng mencapai 13.327 hektar, dengan varietas kopi Robusta sebanyak 10.473 hektar dan 2.854 hektar sisanya adalah lahan kopi varietas Arabica.

Dari luasan lahan kopi Robusta itu di tahun 2018 lalu menghasilkan kopi 7.123 ton, sedangkan kopi jenis Arabica sebanyak 1.236 ton. Produksi kopi menuurt Sumiarta sempat mengalami penurunan yang sangat drastis di tahun 2016-2017, yang diakibatkan cuaca ekstrim.

“Di tahun 2015-2016 memang sempat anjlok sekali karena curah hujan saat itu sangat tinggi dan panjang, antara musim kemarau dengan musim hujan juga tidak tentu, ini berpengaruh besar terhadap produksi kopi di Buleleng,” jelas dia.

Lanjut Sumiarta, Kopi Robusta yang satu hektarnya biasanya menghasilkan 800-1.200 kilogram per hektar saat itu turun drastis menjadi 300-400 kilogram per hektar. Produksi kopi jenis Arabica juga mengalami hal yang sama. Jika satu hektar lahan biasnya menghasilkan hampir 1.000 kilogram kopi, pada musim cuaca ekstrim hanya dapat berproduksi 200-300 kilogram saja.

Sumiarta pun mengakui bahwa tantangan terbesar petani saat ini selain serangan hama penyakit adalah cuaca ekstrim. Tantangan cuaca disebutnya lebih berbahaya dari kendala serangan hama penyakit yang dapat ditanggulangi segera. Namun jika musim cuaca ekstrim tiba, petani pun tak dapat berbuat banyak karena cuaca adalah pengaruh langsung dari alam.

“Pendampingan terhadap petani dalam penanggulangan hama, perawatan, pemupukan hingga produksi pasca panen lewat pemasaran maupun festival akan tetap kami dampingi. Langkah itu kami ambil untuk menggenjot produksi kopi Buleleng,” singkatnya.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia