Selasa, 19 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Politik

MUI Jembrana Tolak Aksi Kerusuhan Terkait Sidang MK

16 Juni 2019, 19: 12: 50 WIB | editor : I Putu Suyatra

MUI Jembrana Tolak Aksi Kerusuhan Terkait Sidang MK

TOLAK RUSUHU: Haji Tasfil saat ditemui dirumahnya di Jl. Gunung Agung, Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana, Sabtu (15/6). (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, NEGARA - Proses sidang perselisihan hasil pemilu 2019 yang sudah mulai bergulir di Mahkamah Konstitusi (MK) diharapkan dapat berjalan dengan aman dan damai. Pendukung kedua belah pihak diharapkan bisa menahan diri dan memberikan kepercayaan kepada Hakim MK untuk menyelesaikan sengketa pemilu 2019 tersebut.

Ditemui di kediamannya di Jalan Gunung Agung, Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana, Ketua I MUI Kabupaten Jembrana, H. Tafsil dengan tegas menolak segala bentuk aksi kerusuhan terkait sidang perselisihan hasil pemilu 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK). Karena itu  pihaknya selaku tokoh masyarakat  tetap menginginkan dan berharap bahwa kita bangsa indonesia harus selalu menjaga dan menciptakan kehidupan masyarakat yang damai, rukun, tentram saling menghormati dan penuh toleransi.

Pihaknya dikatakan H. Tafsil menyadari adanya penomena sekelompok masyarakat sejak sebelum dan setelah Pilpres 2019 yang menginginkan Indonesia ini kacau, masyarakat hidup saling bermusuhan bahkan ada upaya mengadu domba antara ulama dengan ulama yang lain, ormas satu dengan ormas yang lain, etnis satu dengan etnis yang lainnya. Yang terbaru, ketika dimulainya sidang Perselisihan Hasil Pemilu 2019 ada upaya sekelompok masyarakat melalui Medsos mengadu domba antara Polri dan TNI.

Dengan situasi sekarang ini, dirinya mewakili MUI Kab Jembrana menyampaikan bahwa peran serta tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat sangat penting. “Maka dengan ini kami mengharapkan mari kita masyarakat Indonesia bener - benar tetap dapat menjaga persatuan dan kesatuan, utamanya  Polri dan TNI harus tetap kompak, kuat dan solid, jangan mudah di goyahkan  dengan isu - isu yang ingin merusak Institusi Polri dan TNI, serta berharap berita - berita bohong yang mengadu domba Polri dan TNI harus diusut dan di proses secara hukum,” ujarnya.

Selanjutnya terkait dengan gelar perkara Perselisihsn Hasil Pemilu 2019 di Mahkamah Konstitusi, pihaknya menghimbau hendaknya masyarakat menyerahkan dan mempercayakan sepenuhnya kepada MK, karena prosedur inilah yang telah disepakati oleh bangsa Indonesia. “Serahkan pada MK, jangan mudah terprovokasi terhadap ajakan - ajakan untuk melakukan demo yang berujung pada kekerasan dan kerusuhan. Mari bangsa Indonesia tetap kuat, bersatu dan damai,” pungkas salah satu dosen STIT Almustaqim di Jembrana.

(bx/tor/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia