Selasa, 19 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Kader Golkar Badung Teken Pernyataan Sikap Tolak Pencopotan Muntra

16 Juni 2019, 20: 47: 31 WIB | editor : I Putu Suyatra

Kader Golkar Badung Teken Pernyataan Sikap Tolak Pencopotan Muntra

TOLAK PENCOPOTAN: Rapat yang digelar para kader Golkar Badung yang pro Wayan Muntra pada Sabtu (15/6). Mereka menolak keputusan DPD I Golkar Bali yang mencopot Muntra dan menunjuk Wayan Suyasa sebagai Plt Ketua DPD II Golkar Badung. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Konflik di internal Golkar Bali pasca pencopotan enam ketua DPD II atau pimpinan partai di tingkat kabupaten belum juga reda. Meski sudah ada penjelasan yang melatari pencopotan serta solusi yang diberikan pengurus DPD I Partai Golkar Bali, toh gelombang penolakan tetap gencar dilakukan. Khususnya dari Badung dan Bangli.

Bahkan pada Sabtu malam (15/6), kader Golkar pro Wayan Muntra, mantan Ketua DPD II Golkar Badung yang jadi korban pencopotan, bahkan sampai mengeluarkan pernyataan sikap. Intinya, mereka menolak pencopotan Muntra yang digantikan dengan Pelaksana tugas (Plt) yang kini dijabat Wayan Suyasa (sebelumnya Sekretaris DPD II Golkar Badung).

Penolakan tersebut bahkan diikrarkan di Hotel Setia, Jalan Raya Kapal, Mengwi, Badung. Gerakan penolakan ini digaungkan para pengurus DPD II Golkar Badung yang pro Muntra dan para Pengurus Kecamatan (PK), hingga Pengurus Desa (PD).

Beberapa tokoh Golkar yang terlihat di antara Ketua Dewan Pertimbangan DPD II Golkar Badung Anak Agung Suastika, Wakil Ketua Bappilu DPD II Golkar Badung Anak Agung Buminatha.

Lalu ada juga Ketua PK Kecamatan Kuta Selatan yang juga Koordinator PK di enam kecamatan di Badung, Wayan Mudana, Ketua Angkatan Muda Partai Golkar Badung, Anak Agung Bagus Tri Candra Arka atau Gung Cok, Wakil Ketua KPPG Badung Ni Ketut Sucitawati, serta Ketua PD dari seluruh Badung.

Selain menyatakan sikap, mereka juga akan berencana menyampaikan aspirasi tersebut ke DPD I Golkar Bali. Selain itu, mereka juga berkomitmen mendukung Muntra menjalankan kepengurusan partai selama proses di Mahkamah Partai berjalan.

Di hadapan para peserta rapat, Anak Agung Suastika menyebutkan keputusan DPD I Golkar Bali mencopot Muntra sudah membuat kondisi internal partai goyah. Karena itu, politisi dari Desa Angantaka, Kecamatan Abiansemal, ini menyayangkan keluarnya keputusan itu.

Selain itu, dia pun menyesalkan sikap Suyasa yang terhitung Sekretaris DPD II Golkar Badung yang mau menerima SK penunjukan sebagai Ketua Plt tersebut. “Harusnya yang ditunjuk sebagai Plt Ketua DPD II Golkar Badung tidak menerima SK tersebut. Yang bersangkutan masih sebagai Sekretaris DPD II Golkar Badung. Ini membuat situasi tidak kondusif di internal kita,” ujar Agung Swastika.

Secara terpisah, Wakil Ketua Bappilu DPD II Golkar Badung Anak Agung Buminatha menyebutkan pasca penunjukan Plt tersebut, situasi di internal Golkar Badung menjadi tidak kondusif. Karena sesama kader diadu domba.

Belum lagi, Suyasa yang ditunjuk sebagai Plt Ketua DPD II kini merangkat tiga jabatan sekaligus. Karena selain sebagai Plt, Suyasa juga menjabat Sekretaris DPD II serta Ketua AMPG Provinsi Bali.

“Seolah-olah Golkar di Badung tidak punya kader,” tegas mantan anggota DPRD Badung periode 2004-2009 itu.

Karena itu, dia tegas menolak adanya penunjukan Plt tersebut. Terlebih aspirasi tersebut sudah disampaikan ke DPD I sekitar seminggu lalu. “Kalau lama tidak ada respon kita datangi lagi ke DPD I,” tegasnya.

(bx/hai/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia