Minggu, 15 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Bangli Target PAD 2020 Rp 147 M, Andalkan Pajak Restoran dan Hotel

17 Juni 2019, 20: 50: 44 WIB | editor : Nyoman Suarna

Bangli Target PAD 2020 Rp 147 M, Andalkan Pajak Restoran dan Hotel

PENGLIPURAN: Obyek wisata Desa Penglipuran yang selalu ramai dikunjungi wisatawan, menjadi salah satu sumber PAD Bangli. (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, BANGLI - Pariwisata di Bangli sedang menggeliat. Hal itu berdampak pada meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) kabupaten berhawa sejuk ini. Jika tahun 2019 ini, PAD Bangli ditarget Rp 139 miliar, pada 2020 ditarget Rp 147 miliar.

Pajak hotel dan restoran merupakan sumber terbesar pendapatan Bangli. Dengan melihat pertumbuhan pariwisata yang makin baik, pemerintah daerah setempat optimis bisa mewujudkan target PAD 2020.

Menurut Kepala Badan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BKPAD) Kabupaten Bangli I Gede Suryawan, kenaikan sebesar Rp 8 miliar bersumber dari 10 Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Penghasilan didominasi dari penarikan pajak restoran dan hotel. 

Berdasarkan data terkini Mei 2019, pajak hotel di Bangli terealisasi sebesar Rp 79 juta, atau 46,30 persen. "Sedangkan kami menargetkannya sebesar Rp 170 juta," jelas Suryawan, Senin (17/6).

Sedangkan pajak restoran hingga Mei 2019 sudah terekam sebesar Rp 1 miliar atau 50,43 persen. Target penghasilan dari sektor ini sebesar Rp 2 miliar. 

Kata Suryawan, pendapatan dari dua sektor dominan ini terus digalakkan, melihat potensi wilayah Kintamani sebagai lumbung pariwisata di Bangli. "Ini sesuai dengan kebijakan bupati. Kita bisa lakukan itu," katanya.

Kata Suryawan, obyek wisata desa dan budaya juga tak kalah ramai. Seiring dengan tren, obyek wisata semacam ini terus bermunculan. "Maka yang mana yang mendatangkan income, tentu akan kita kenai pajak. Jadi di sini akan terus tumbuh," terangnya seraya mengatakan obyek wisata untuk swafoto juga terus bertambah.

Di sisi lain, Suryawan belum bisa merinci berapa persen pertumbuhan pendapatan dari pariwisata per tahunnya. "Yang jelas ini yang paling tinggi. Meski masih kecil dibanding daerah lain," sambungnya.

Meski sektor pariwisata selalu tumbuh, pendapatan dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) masih kecil. Pemerintah daerah Bangli menargetkan PBB sebesar Rp 4,9 miliar. Namun baru terealisasi Rp 305 juta atau 7 persen. "Para wajib pajak di Bangli sebagian para petani. Mereka membayar dengan nilai bermacam-macam," pungkasnya

(bx/aka/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia