Selasa, 19 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

BEJAT! Sembilan Anak Panti Dicabuli Pemilik Yayasan, Ada yang Hamil

17 Juni 2019, 21: 07: 13 WIB | editor : I Putu Suyatra

BEJAT! Sembilan Anak Panti Dicabuli Pemilik Yayasan, Ada yang Hamil

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya. (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Sebanyak sembilan orang anak di bawah umur di sebuah Yayasan Panti Asuhan di Kecamatan Gerokgak diduga menjadi korban pencabulan. Ironisnya aksi bejat itu ditengarai dilakukan oleh pemilik yayasan, berinisial KP. Namun hingga kini pelaku belum diamankan oleh petugas dengan alasan masih melakukan penyelidikan.

Ketua LSM Pemerhati Pembangunan Masyarakat Buleleng Gede Anggastia, yang mendampingi kasus ini, Senin (17/6) menjelaskan korban yang bersedia dimintai keterangannya berjumlah empat orang. Mereka, masing-masing berinisial  A, I, S dan N.

Kasus ini mulanya dilaporkan oleh A seorang, ke Mapolres Buleleng sekitar seminggu yang lalu. Aksi tak terpuji ini dilakukan oleh pelaku KP sejak lama. Bahkan, beberapa korban pun sudah keluar dari yayasan tersebut.

Sementara korban-korban lainnya diakui Anggastia masih dimintai keterangannya oleh pihak pendamping. "Seluruh korban ini sudah keluar dari yayasan. Dan mereka mengakui pernah jadi korban KP. Hanya saja mereka belum siap dimintai keterangan oleh polisi karena enggan mengungkit masa lalunya," jelas Anggastia. 

Lanjutnya, salah satu korban bahkan ada yang hamil akibat disetubuhi oleh terduga pelaku. Korban pun dipaksa keluar dari yayasan dan diiming-imingi empat ekor bibit babi untuk menggugurkan kandungannya.

Dengan adanya kejadian ini, Anggastia pun berharap agar pihak kepolisian segera memeriksa terduga pelaku KP. "Para korban ini hanya bersedia memberikan keterangan pada teman saya, pendamping perempuan. Karena mereka sangat trauma pasca kejadian," terangnya. 

Di sisi lain Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Sumarjaya membenarkan jika pihaknya telah menerima laporan kasus dugaan pencabulan dengan terduga pelaku berinisial KP. Dikatakan Sumarjaya, saat ini Unit PPA tengah melakukan penyelidikan. 

"Kasus ini baru dilaporkan satu orang, kemudian kami masih melakukan pendalaman dengan menggali keterangan dari korban dan saksi-saksi. Sehingga penyidik belum berani memastikan apakah benar itu terjadi atau tidak. Kami masih mengumpulkan bukti-bukti dan hasil visum," katanya. 

Hanya saja hingga kini terduga pelaku berinisial KP sebut Sumarjaya belum diamankan. Menurutnya, penyidik saat ini memang masih belum menyentuh pelaku dan ini masih penyelidikan, pengumpulan bukti-bukti, menggali keterangan saksi-saksi, olah TKP dan menunggu hasil visum.

“Kalau bukti sudah cukup, baru ditingkatkan ke penyidikan. Sekarang penyidik masih memerlukan petunjuk lain," singkatnya.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia