Selasa, 19 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Populasi Curik Terus Meningkat, Setahun Lepas 45 Ekor ke Alam Bebas

18 Juni 2019, 08: 53: 00 WIB | editor : I Putu Suyatra

Populasi Curik Terus Meningka, Setahun Lepas 45 Ekor ke Alam Bebas

Agus Ngurah Krisna Kepakisan, Kepala Balai TNBB (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, GEROKGAK - Populasi burung endemic Jalak Bali atau yang biasa disebut Curik Bali di alam liar mulai meningkat. Demikian juga populasi Curik Bali di penangkaran Taman Nasional Bali Barat (TNBB) yang sudah mencapai ratusan ekor.

Data dari TNBB menyebutkan, jumlah Curik Bali di alam liar mencapai 236 ekor. Sedangkan jumlah Curik Bali di penangkaran Balai TNBB sebanyak 390 ekor. Kini, setiap tahun Balai TNBB rutin melepas sedikitnya 45 ekor Curik Bali ke alam bebas.

Kepala Balai TNBB Agus Ngurah Krisna Kepakisan menjelaskan, populasi Curik Bali pada tahun 2015 sempat menurun. Bahkan jumlahnya hanya 35 ekor di alam. Menurutnya, ada sejumlah faktor yang menjadi pemicu turunnya jumlah Curik Bali di alam.

Selain tingginya aksi pencurian di alam, menurunnya jumlah populasi burung dengan nama latin leucopsar rothschildi ini, juga terjadi lantaran cuaca yang cukup ekstrem. Dampaknya Curik Bali hanya dapat tinggal di wilayah TNBB.

Dengan populasi yang saat kian menurun dan punah, Balai TNBB melakukan upaya pengembangbiakan Curik Bali. Setiap tahun sebut Krisna, penangkaran TNBB mampu menetaskan sebanyak 60 ekor Curik Bali. Burung-burung itu kemudian dilepasliarkan bila sudah berumur 11 bulan.

Usaha itu membuahkan hasil. Setiap tahun TNBB rutin melepas Curik Bali ke alam liar sebanyak 45 ekor. “Selama mengembangbiakan, hampir tidak ada kendala. Karena sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, pemberian pakan, vitamin dan suplemen sesuai standar,” ujar Ngurah Kepakisan, Senin (17/6) siang.

Selain dikembangbiakan, Balai TNBB imbuh Krisna, juga punya strategi khusus untuk melepas Curik Bali di alam. Jika dulu hanya dilepas di wilayah Teluk Berumbun, kini Curik Bali mulai dilepas di wilayah Labuan Lalang dan Hutan Cekik.

Termasuk dengan memperbaiki regulasi terkait penangkaran. Jika dulu penangkaran dianggap illegal. Namun kini sudah dilegalkan. Bahkan pihak pemerintah membantu untuk mencarikan izinnya. Sehingga harga Curik Bali turun.

“Masyarakat tidak perlu lagi membeli Curik Bali dari hasil curian di alam. Masyarakat sekarang bisa membelinya di penangkaran yang legal. Nah program ini rupanya berbuah manis,” ucapnya.

Lalu apakah ada target peningkatan populasi? Ngurah Kepakisan mengatakan, pihaknya menargetkan populasi Curik Bali di alam minimal berjumlah 500 ekor. Untuk itu, pengawasan perlindungan Curik Bali di kawasan TNBB kian diperketat. Yakni dengan penjagaan oleh polisi kehutanan hutan, yang dibagi dalam enam kantor resort. “Semua tugasnya mengamankan kawasannya. Dari luasan TNBB 19 ribu hektar, dibagi menjadi tiga seksi. Mereka rutin berpatroli bersama masyarakat,” tutupnya.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia