Selasa, 19 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Balinese

Isi Hari Libur, Anak-anak Desa Pekraman Tunjuk Ikut Pasraman

18 Juni 2019, 17: 05: 46 WIB | editor : I Putu Suyatra

Isi Hari Libur, Anak-anak Desa Pekraman Tunjuk Ikut Pasraman

PASRAMAN : Suasana Pasraman Alit-Alit di Desa Pekraman Tunjuk, Senin (17/6). (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, TABANAN - Desa Pekraman Tunjuk kembali menggelar Pasraman Alit yang diikuti oleh siswa tingkat SD. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun untuk memberikan pendidikan karakter serta budi pekerti. 

Bendesa Adat Desa Pekraman Tunjuk I Made Nawa menjelaskan bahwa Pasraman Alit tersebut diikuti oleh siswa SD dari 12 Banjar Pekraman yang ada di Desa Pekraman Tunjuk. Dimana mereka tersebar bersekolah di SD yang ada di Banjar Beng Kaja, Desa Tunjuk, Kecamatan Tabanan dan di Banjar Tunjuk Kaja, Desa Tunjuk. "Dengan Pasraman ini mereka akan saling dan mendapatkan teman semasa kecil serta mendapatkan tambahan ilmu termasuk praktek langsung membuat canang, tipat dan klakat," paparnya.

Sedangkan tema Pasraman Alit-Alit Desa Pakraman Tunjuk yaitu melalui Pasraman Alit-alit Kita Tingkatkan Sradha terhadap Agama, Adat, Budaya dan Seni. Ditambahkannya, Pasraman Alit-alit menggunakan dana yang bersumber dari LPD Desa Adat Tunjuk dan dari BKK Provinsi Bali. "Selain Pasraman Alit-alit juga kita laksanakan Pasraman Pemangku, Pasraman Yowana, Pasraman Serati dan Pasraman Prajuru," imbuhnya.

Dalam Pasraman Alit-alit tersebut didatangkan tutor atau instruktur dari Penyuluh Bahasa Bali di Desa, dan Guru Agama sebanyak 3 orang. Sedangkan pesertanya sebanyak 48 orang siswa SD yang merupakan perwakilan masing-masing Banjar Pekraman 4 orang," jelas Nawa.

Ia menyebutkan Pasraman tersebut dimulai hari Senin (17/6) bertepatan dengan Purnama Sasih Sada yang diawali dengan sembahyang bersama di Pura Desa Desa Pakraman Tunjuk dan di Pura Buka Jro Bendesa Adat Tunjuk yang turut dihadiri Ketua LPD Tunjuk, Prajuru Desa Adat Tunjuk dan Kelihan Banjar Pakraman se Desa Pakraman Tunjuk. "Dan pasraman ini dilaksanakan 3 bulan, setiap hari Minggu dan penutupannya akan diisi dengan Tirtayatra atau nangkil ke Pura Tanah Lot dan Pura Luhur Batukaru," sambungnya.

Pihaknya pun berharap melalui Pasraman tersebut alit-alit Desa Pekraman Tunjuk saling mengenal, mendapatkan ilmu yang belum didapatkan di sekolah dan meningkatkan rasa kebersamaan ngajegang sradha Agama Hindu melestarikan memelihara Adat , Seni dan Budaya. "Dengan Pasraman Alit Alit Desa Pakraman Tunjuk kita berharap semua unsur di Desa Pekraman Tunjuk ikut ngajegang Sradha terhadap Agama Hindu, Adat , Budaya dan Seni," tandas Nawa.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia