Selasa, 19 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Puluhan Perajin Perak Desa Celuk Dilatih Prosedur Ekspor

18 Juni 2019, 18: 50: 05 WIB | editor : I Putu Suyatra

Puluhan Perajin Perak Desa Celuk Dilatih Prosedur Ekspor

PELATIHAN : Sebanyak 30 pengerajin perak Celuk dilatih tata cara prosedur ekspor di Warung Mina, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Gianyar, Selasa (18/6). (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR – Sebanyak 30 perajin perak Desa Celuk diberikan pelatihan tata cara prosedur ekspor. Kegiatan tersebut diselenggarakan  di Warung Mina, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Selasa (18/6). Tujuannya untuk meningkatkan daya saing produk dan memperluas akses pemasaran dengan pemanfaatan teknologi informasi.

Kabid Perdagangan  Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gianyar, Heni Sriwahju menjelaskan dalam meningkatkan daya saing produk harus memanfaatkan teknologi informasi. Selain itu juga untuk meningkatkan kompetensi dan pengetahuan para pengerajin perak.

“Lewat pelatihan ini kami harap dapat meningkatkan wawasan serta membantu para peserta pilot project.  Sehingga dapat memasarkan produknya secara online dan produk IKM/UMKM kita dapat bersaing dengan produk sejenis dari negara lain”, jelasnya.

Ia menambahkan kegiatan Workshop Prosedur Ekspor kerajinan perak dilakukan selama 3 hari. Yakni mulai dari 18 sampai 20 Juni dan diikuti oleh 30 orang perajin asal Desa Celuk. Kegitan itu pun bekerjasama dengan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Eksport Indonesia (BPPEI) Direktoral Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI.

Berdasarkan data di Disperindag Gianyar, saat ini di Desa Celuk terdapat sekitar 300 perajin perak namun tidak semuanya beraktifitas karena beberapa kendala. Seperti diketahui persaingan bebas dan keterbukaan informasi berdampak sangat luas bagi industri ekspor di Gianyar.

Sementara perwakilan dari BPPEI,  Setyaningsih memaparkan selama 3 hari kedepan peserta akan diberikan materi  tentang overview kegiatan eksport. Selain itu juga prosedur dan dokumen eksport, hingga latihan pengajuan Surat Keterangan Asal (SKA) secara online melalui e-SKA.

Setyaningsing menekankan pada para peserta untuk mengikuti pelatihan secara utuh. Ditekankan jangan ada yang absen, sebab materi yang diberikan berkaitan satu dengan yang lainnya. “Materi yang kami sajikan berkaitan satu dengan yang lainnya, jika diikuti setengah - setengah maka akan rugi sendiri,” tegas dia.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia