Selasa, 19 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

KPPAD Bali Desak Polisi, Usut Kasus Pencabulan Anak di Gerokgak

18 Juni 2019, 21: 11: 13 WIB | editor : Nyoman Suarna

KPPAD Bali Desak Polisi, Usut Kasus Pencabulan Anak di Gerokgak

BERKUNJUNG: Divisi Hukum dan Advokasi KPPAD Bali, Ni Luh Gede Astini berkunjung ke Dinas Sosial Kabupaten Buleleng, Selasa (18/9) siang. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Kasus pencabulan terhadap sejumlah anak penghuni panti asuhan di kawasan Kecamatan Gerokgak mendapat perhatian serius dari Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali. Tak pelak, KPPAD mendesak kepolisian agar menjatuhkan hukuman berat kepada KP, bilamana terbukti melakukan tindakan pencabulan.

Hal itu terungkap saat Divisi Hukum dan Advokasi KPPAD Bali, Ni Luh Gede Astini berkunjung ke Dinas Sosial Kabupaten Buleleng, Selasa (18/9). Dalam waktu dekat pihaknya akan mendatangi Mapolres Buleleng. Ia ingin menanyakan tindak lanjut polisi terhadap dugaan kasus pencabulan tersebut.

Ia berharap terduga pelaku diberikan efek jera. Jika benar korbannya lebih dari satu, pihaknya pun mendesak agar ada pemberatan sesuai dengan undang-undang yang berlaku. “Kami berencana akan mendatangi Polres Buleleng untuk memantau sejauh mana kasus ini ditindaklanjuti," katanya. 

Bila merujuk kasus sebelumnya, Astini juga menyebut, untuk mengungkap kasus pencabulan, pihak kepolisian seharusnya tidak hanya terpaku dari keterangan korban. Masih ada alat bukti lain seperti hasil visum atau keterangan dari saksi ahli seperti psikolog, sehingga kasusnya dapat ditindaklanjuti. "Kalau korban tidak bisa memberikan keterangan karena trauma, masih ada keterangan dari saksi ahli yang bisa dijadikan sebagai alat bukti,” akunya.

Lanjutnya, jangan sampai kasus pencabulan ini dihentikan hanya karena polisi tidak bisa menggali keterangan dari korban. Sebab, orang lain nanti bisa meniru, sehingga kasus-kasus pencabulan bisa melenggang begitu saja.

Di sisi lain, Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu Sumarjaya mengatakan, laporan dugaan pencabulan ini diterima pada 4 Juni. Sejauh ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan, dan dalam waktu dekat akan dilakukan gelar perkara. Dengan harapan, penyelidikan terhadap kasus ini dapat ditingkatkan menjadi penyidikan.

 "Artinya, dalam penyidikan itu kami akan mencari terduga pelaku," jelasnya. 

Dikatakan Sumarjaya, dari data Unit PPA Polres Buleleng, jumlah korban yang melaporkan dugaan pencabulan ini baru satu orang dengan inisial NEA. Sementara yang melaporkan kasus ini adalah Suki Nitonah Hulu. Ia melaporkan kasus itu ke kepolisian karena merasa simpati kepada korban.

"Kalau peristiwa pidana yang bukan delik aduan, siapa pun boleh melapor. Nanti tergantung hasil penyelidikan dan penyidikan, apakah laporan ini kuat atau tidak. Alasan korban tidak melapor kemudian menunjuk orang lain untuk melapor, masih kami kembangkan," tutupnya.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia