Minggu, 08 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Gianyar Belum Siap PPDB Secara Online, Sadra: Tak Perlu Gagah-Gagahan

19 Juni 2019, 16: 08: 42 WIB | editor : I Putu Suyatra

Gianyar Belum Siap PPDB Secara Online, Sadra: Tak Perlu Gagah-Gagahan

PPDB : Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, I Wayan Sadra saat ditemui di ruangannya terkait PPDB, Rabu (19/6). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kabupaten Gianyar tingkat SMP berdasarkan tiga cara dan belum siap dilakukan secara online. Sehingga masyarakat, khususnya orang tua siswa agar tidak ribut di bawah.  Hal itu diungkapkan Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, I Wayan Sadra saat ditemui Rabu (19/6).

Tiga cara mencari sekolah pun ia paparkan, terdiri atas sesuai zonasi sebanyak 90 persen, jalur prestasi lima persen, dan dengan cara mengikuti orang tua tugas juga sebanyak lima persen. Prosesnya  masih dilakukan dengan cara manual dan pihaknya mengaku belum siap secara online. “Belum siapnya karena server tidak ada, aplikasi, dan belum siapnya juga melihat orang tua siswa belum tentu semua bisa, paham dan tepat mennggunakan teknologi,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut ia pun mengaku ketika menggunakan online bagaimana dengan masyarakat yang ada di daerah terpencil, apakah sudah semua secara benar memanfaatkan IT ?”. Dengan demikian ia mengatakan semuanya perlu prsoses, terpenting kesiapan pada masyarakat sendiri. “Tidak boro-boro gagah-gagahan online, tapi dampaknya masyarakat dirugikan. Yang saya pikirkan adalah masyarakatnya bukan siapa-siapa,” tegas Sadra.

Pria asli Klungkung tersebut mengungkapkan khusus untuk mencari sekolah pengesahan Kartu Keluarga maupun akta bisa disahkan di masing-masing sekolah. “Kita sudah koordinasi juga dengan Dinas Penduduk dan Pencatatan Sipil,  sepanjang kepentingan untuk mencari sekolah KK dan akta bisa disahkan oleh masing-masing sekolah dasar,” ucapnya.

Pihaknya pun sudah melakukan sosialisasi melalui rapat yang melibatkan Kepala Sekolah, UPT Pendidikan, Pengawas, sampai ke forum perbekel. Dengan demikian masyarakat bisa secara cepat dapat informasi, dan tujuannya agar masyarakat juga tidak salah mendapatkan informasi terkait PPDB.

Dijelaskan dalam jalur prestasi, Sadra menegaskan agar masyarakat bisa membedakan prestasi dengan partisipasi. “Jalur prestasi itu bagi siswa yang mendapatkan juara dalam suatu perlombaan tingkat kabupaten ke atas. Entah perlombaan akademis maupun non akademis yang penting ada buktinya dengan sertifikat atau piagam itu bisa digunakan. Sedangkan jika hanya memeriahkan atau sebagai pendukung saja pada suatu kegiatan itu disebut dengan partisipasi, tidak bisa itu digunakan,”  jelasnya.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia