Kamis, 18 Jul 2019
baliexpress
icon featured
Bali

KPU Klungkung Buka 11 Kotak Suara

19 Juni 2019, 16: 59: 31 WIB | editor : I Putu Suyatra

KPU Klungkung Buka 11 Kotak Suara

BUKA KOTAK: KPU Klungkung membuka 11 kotak suara, Rabu (19/6). (I MADE MERTAWAN/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SEMARAPURA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klungkung membuka 11 kotak suara pemilu, Rabu (19/6). Hal itu dilakukan untuk mengambil C1 berhologram yang kemudian dilakukan scanning guna melengkapi sistem informasi penghitungan suara (Situng) KPU RI.

Ketua KPU Klungkung I Gusti Lanang Mega Saskara mengatakan, pembukaan kotak suara tersebut menindaklanjuti surat KPU RI Nomor 901/PL.02.6 SD/06/KPU/VI/2019 tentang Penyelesaian Situng Pemilu. Lanang Mega mengakui, KPU Klungkung baru 99,5 persen mengirim data untuk Situng. Guna melengkapi data tersebut, KPU RI mengeluarkan surat agar melengkapinya. “Pembukaan kotak suara disaksikan Bawaslu, TNI dan polisi,” ujar Lanang Mega.

Sebelas kotak suara yang dibuka berada pada TPS di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Dawan, Banjarangkan dan Nusa Penida. Kotak suara di Kecamatan Dawan, yakni TPS 6 Desa Dawan Kaler (C1 DPR RI), TPS 12 Desa Kusamba (C1 DPR RI) dan TPS 7 Desa Besan (C1 DPRD Kabupaten). Kotak suara yang dibuka Kecamatan Nusa Penida, yaitu TPS 3 Desa Kutampi Kaler dan TP 14 Desa Lembongan. Keduanya untuk mengambil C1 DPRD kabupaten.

Sedangkan kotak suara Kecamatan Banjarangkan yang dibuka adalah TPS 1 Desa Negari dan TPS 7 Desa Bakas (C1 DPR RI), TPS 3 dan 6 Desa Takmung serta TPS 4 Desa Bakas (C1 DPRD provinsi). Selain itu juga TPS 5 Desa Tusan (C1 DPRD kabupaten). Setelah dilakukan scanning, C1 tersebut dikembalikan lagi ke kotaknya. “Mengambil dan mengembalikannya disaksikan Bawaslu, TNI dan polisi,” tegas Lanang Mega. Hasil scan tersebut langsung dikirim ke KPU RI.

Pejabat asal Desa Kusamba itu menerangkan, KPU Klungkung tidak lengkap mengirim scan C1 untuk kepentingan Situng setelah pencoblosan karena terjadi kekroditan jajarannya di bawah. KPU tahu ada C1 belum discan setelah semunya masuk ke kotak suara. KPU tidak berani membukanya hanya untuk kepentingan Situng.

Pihaknya berani membuka kotak suara setelah ada surat dari KPU RI yang kemudian ditindaklanjuti koordinasi dengan Bawaslu maupun pihak keamanan. Yakni TNI dan polisi.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia