Selasa, 19 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Tak Semua Korban Pencabulan Ketua Yayasan Mau Bicara

19 Juni 2019, 20: 01: 46 WIB | editor : I Putu Suyatra

Tak Semua Korban Pencabulan Ketua Yayasan Mau Bicara

Ilustrasi (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Pasca mengalami dugaan pencabulan oleh pimpinan yayasan panti asuhan di kawasan Kecamatan Gerokgak, proses pendampingan psikis terhadap korban pun mulai dilakukan. Hanya saja pendampingan dilakukan secara bertahap. Mengingat jumlah korban diduga mencapai 9 orang. Kendalanya, tak semua korban mau membuka memori kelam yang pernah dialaminya.

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Buleleng Made Wibawa, menjelaskan saat ini baru tiga korban yang diberikan pemulihan psikis. Sedangkan korban lainnya masih dilakukan pendekatan. Mengingat kebanyaan para korban tak ingin membuka aib yang dialami.

Menurutnya, yayasan tempat korban bernaung tersebut terdapat dua pola asuh. Yakni pola asuh di dalam panti yang diiukuti sebanyak 15 orang anak.  Sedangkan pola asuh di luar panti diikuti 18 orang anak.

Diduga, korban-korban yang mengalami dugaan perbuatan cabulan ada yang berasal dari dalam panti dan luar panti. Bahkan ada yang sudah keluar dari panti. Hal ini pula lah yang lantas membuat pihak P2TP2A kesulitan untuk memberikan pendampingan psikis.

"Kasus ini juga sudah cukup lama terjadi. Ada beberapa korban yang bahkan sudah keluar dari panti tersebut. Sehingga kami harus mencari tempat tinggal para korban itu untuk diberikan pendampingan psikis," jelasnya.

Lanjutnya, tiga korban yang sudah diberikan pendampingan psikis dikatakan Wibawa dilakukan sejak 4 Juni lalu. Persis saat kasus tersebut dilaporkan ke Unit PPA Polres Buleleng. Kini kondisi ketiga korban sebut Wibawa sudah mulai stabil.

Dari tiga korban itu, baru dua korban yang bersedia memberikan keterangan kepada polisi. Sementara satu korban lagi masih enggan membuka suara. "Kami juga tidak mau terburu-buru, memaksa agar korban yang kami dampingi ini memberikan keterangan ke polisi. Tunggu kondisinya benar-benat siap dulu," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak sembilan orang anak di bawah umur di sebuah Yayasan Panti Asuhan di Kecamatan Gerokgak diduga menjadi korban pencabulan. Ironisnya aksi bejat itu ditengarai dilakukan oleh pemilik yayasan, berinisial KP.

Namun hingga kini pelaku belum diamankan oleh petugas. Hingga saat ini polisi melalui Unit PPA Polres Buleleng masih melakukan pendalaman terhadap dugaan kasus tersebut. 

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia