Rabu, 24 Jul 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Giri Prasta Hadiri Upacara Ngaroras Dadia Dalem Dasar Suter Bangli

19 Juni 2019, 21: 17: 10 WIB | editor : Nyoman Suarna

Giri Prasta Hadiri Upacara Ngaroras Dadia Dalem Dasar Suter Bangli

NGARORAS: Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta menghadiri Upacara Dewa Yadnya Ngarorasin Pasemetonan Dalem Dasar Suter Desa Adat Abang, Bangli, Selasa, (18/6). (HUMAS SETDA BADUNG FOR BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, MANGUPURA - Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta menghadiri Upacara Dewa Yadnya Ngarorasin Pasemetonan Dalem Dasar Suter Desa Adat  Abang, Kabupaten Bangli. Upacara ini merupakan rangkaian dari upacara pangabenan yang dilaksanakan secara massal setiap sembilan tahun sekali.

Hadir dalam acara tersebut DPRD Provinsi Bali Dapil Bangli Budi Utama, Ketua DPRD Bangli Ngakan Made Kutha Parwata, DPRD Bangli Made Donni, Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Tim Ahli Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Publik Badung I Made Alit Mertha Kumara, Kabag Humas Putu Ngurah Thomas Yuniarta, para pemangku adat, tokoh masyarakat serta krama Pasemetonan Dalem Dasar Desa Adat Abang Kabupaten Bangli, Selasa (18/6).

Manggala Karya, I Nengah Sudiadnyana dalam sambutannya mengatakan, pihaknya atas nama Pasemetonan Dalem Dasar dan masyarakat Desa Adat Abang, Bangli berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung, khususnya Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dan jajaran yang telah hadir di tengah puncak upacara karya tersebut. Diterangkan, Pasemetonan Dalem Dasar Desa Adat Abang di dalamnya terdapat 378 KK.

Lebih lanjut, rangkaian upacara yang telah dilaksanakan dari pagi hari, kata dia, yaitu matatah, matata gita, nedunang puspa linggga, ngesang dan pada malam harinya dilaksanakan ngirag areng sekah (ngajum). Sementara pada hari ini dilaksankan upacara nganyut dilanjutkan dengan nyegara gunung.

Upacara dewa yadnya yang oleh sima di sini disebut "Ngeroras", dilaksanakan secara bergotong royong oleh seluruh Pasemetonan Dalem Dasar yang diikuti 102 sawa lingsir dan 71 sawa alit (rare).

“Kami berharap upacara yang dilaksankankan secara bersama-sama ini tidak hanya untuk ngrastiti bakti kepada leluhur, tetapi juga untuk peraketan para semeton dan krama Dalem Dasar lan krama di Desa Adat Abang," jelas Sudiadnyana.

Sementara Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, dalam sambutannya menyatakan, merasa bangga dan sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan  Pasemetonan Dadia Dalem Dasar Abang. Ia menilai rangkaian upacara dan upakara yadnya yang dilaksanakan dengan cara bersama-sama, penuh dengan rasa kekeluargaan, tentu dengan hati yang tulus dan iklas.

“Saya merasa bangga, di mana upakara dan upacara ini sudah lengkap dengan polah-palih yang disebut dengan ‘Bangkit Segara’, di mana upacara yang sedang berlangsung, semua prosesi berjalan berbarengan, seperti pementasan, ilen-ilen di antaranya selonding, kakidungan, gambang, Rejang Sari, Rejang Renteng dan tatabuhan upakara penuh hikmat dan kedamaian. Ini merupakan cikal bakal umat sedharma yang telah dijalankan," ucapnya.

Giri Prasta menambahkan, upacara ini merupakan warisan leluhur yang  sangat mulia dan perlu dipertahankan dan dijalani. Ini merupakan salah satu jalan memberikan bhakti sebagai rasa syukur ke hadapan leluhur dan Ida Sang Hyang Prama Kawi.

Di samping itu, kata dia, di Bali ada tiga aspek yang tidak bisa ditinggalkan, yakni aspek yuridis yang merupakan aturan yang jelas, filosofi yang merupakan kesepakatan leluhur, dan sosioligis mengingat umat sedharma merupakan saudara. Maka dari itu, Kabupaten Badung mempunyai komitmen budaya kerja ‘Wasudewa Kutumbakham’ yang bermakna kita adalah keluarga-saudara. “Inilah yang kami lakukan dari Kabupaten Badung demi umat se Dharma,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Giri Prasta menyerahkan punia Rp 30 juta yang diterima langsung Ketua Panitia Karya I Nengah Sudiadnyana.

(bx/adi/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia