Rabu, 24 Jul 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Ramai Pengunjung, Pijat Pertuni Bali Berlanjut di PKB Tahun Depan

19 Juni 2019, 22: 36: 30 WIB | editor : Nyoman Suarna

Ramai Pengunjung, Pijat Pertuni Bali Berlanjut di PKB Tahun Depan

ANTRE: Pengunjung sedang antre menunggu giliran pijat pada Rabu (19/6) kemarin di arena PKB, Art Centre. (ARI KESUMA FOR BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Hiruk pikuk perhelatan Pesta Kesenian Bali (PKB) Tahun 2019 memberikan banyak kesan bagi semua orang. Termasuk bagi kelompok difabelsensorik. Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Provinsi Bali juga tidak ketinggalan menikmati perayaan pesta tersebut. Melalui Dinas Sosial Provinsi Bali, stand pijat atau massage Pertuni Bali akhirnya mewarnai arena PKB.

“Ini baru pertama kali dari sekian tahun ada PKB. Pertuni Bali akhirnya mendapatkan tempat di sini,” jelas I Gede Winaya selaku ketua Pertuni Bali. Pantauan Rabu (19/6), masyarakat yang ingin menikmati pijat di stand Pertuni Bali cukup ramai. Di stand tersebut, pengunjung bisa memilih tiga kategori pijat, dari yang setengah badan hingga full body. Tidak itu saja, pengunjung juga bisa menggunakan minyak atau tidak, hingga opsi lainnya.

Di dalam stand itu sendiri juga disediakan tiga beds. Dua untuk pengunjung laki-laki, dan satu untuk pengunjung perempuan. Karena antara pengunjung laki-laki dan perempuan, ruang yang digunakan terpisah.

Arini, salah seorang pemijat perempuan mengatakan, ia baru pertama kali bergabung dalam kelompok pijat di PKB. Biasanya, dia dan suaminya bekerja di rumah dengan pelanggan tetap atau bekerja karena panggilan. “Saya senang kesempatan ini terbuka untuk orang difabel. Pemerintah sudah banyak memperhatikan kami. Pijat di sini bagus, karena kami sudah dibekali banyak pelatihan. Jadi tahu mana yang harus dipijat keras dan tidak. Seminggu dianjurkan sekali untuk pijat. Biar badan terasa segar,” terangnya.

Wanita yang berdomisili di Tabanan ini menerangkan, sebelumnya ia sempat dilatih oleh pelatih dari berbagai negara. Masing-masing negara memiliki jenis pijat tersendiri.

I Wayan Soma, pengawas dari Pertuni Bali menyatakan, masyarakat cukup antusias mengambil terapi pijat di tempat itu. Dari empat hari, ada sekitar 60 pengunjung yang masuk ke stand mereka. “Yang bertugas di sini dari seluruh DPC Pertuni se-Bali. Ada delapan DPC di sini. Masing-masing DPC diminta sembilan orang secara bergantian. Stand ini buka dari pukul 10.00-22.00,” jelasnya.

Untuk perlengkapan dari tempat tidur, korden, kipas, kursi, minyak, bantal, dan lainnya mendapat dukungan penuh dari Dinas Sosial Bali. “Sampai saat ini, semua alat sudah lengkap. Untuk sekali pijat tergantung menu. Untuk full body massage selama satu jam harganya Rp 80 ribu. Paket refleksi 30 menit Rp 40 ribu, dan paket hemat setengah badan selama 30 menit Rp 40 ribu. Setengah badan meliputi pijat tangan, pundak, dan kepala,” terangnya.

Dia berharap, tahun depan kesempatan ini bisa berlanjut karena memiliki prospek yang baik, terutama untuk promosi para difabelsensorik, khususnya berprofesi pijat. “Untuk saat ini, fasilitas sudah cukup. Untuk tahun mendatang, mungkin fasilitas tempat tidurnya perlu ditambah lagi. Siapa tahu, pengunjungnya semakin banyak. Untuk hari ini yang jaga ada tiga orang. Ini full dari pukul 10.00-22.00. Dan semua dari DPC Pertuni Tabanan,” tutupnya.

(bx/wid/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia