Rabu, 24 Jul 2019
baliexpress
icon featured
Balinese

Keturunan Terkait Kewajiban Pitra Yadnya

20 Juni 2019, 11: 49: 31 WIB | editor : I Putu Suyatra

Keturunan Terkait Kewajiban Pitra Yadnya

Ilustrasi Ngaben (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Sebagaimana diatur dalam Undang- Undang Perkawinan, yakni undang-undang nomor 1 tahun 1974, tentang perkawinan, Perkawinan itu dapat diartikan sebagai suatu ikatan lahir dan batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri. Dengan tujuan mebentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa.

Sedangkan menurut umat Hindu, perkawinan adalah ikatan antara laki-laki dengan seorang wanita sebagai suami istri dalam rangka mengatur hubungan seks yang layak guna mendapatkan keturunan anak laki-laki dalam rangka menyelamatkan arwah orang tuannya. “Sesudah melangsungkan perkawinan pasangan suami istri ini disebut alakirabi, masomahan atau makurenan,” jelas Guru Besar Hukum Adat Bali, Profesor Wayan P Windia.

Tujuan perkawinan menurut ajaran Agama Hindu dikatakan Prof Windia diatur dalam ketentuan pasal 161 Buku IX kitab Manawa Dharmasastra, disebutkan bahwa Perkawinan memiliki tujuan untuk mendapatkan anak (keturunan) guna dapat menebus dosa-dosa orang tuannya.

Dalam hal ini perkawinan umpamakan sebagai perahu yang akan mengantar seseorang yaitu roh yang sedang menderita di neraka, dan untuk menyelamatan itu seorang anak dengan segala akibatnya harus mempunyai putra dan bila tidak berputra harus mengantikannya dengan anak yang lain. “Keluarga yang yang menderita adalah roh leluhur yang tekatung-katung di neraka sebelum dilakukan upacara pitra yadnya oleh anak cucunya,” paparnya.

Berdasarkan definisi tentang perkawinan dan tujuan dari perkawinan seperti yang dikemukanan dapat ditemukan bahwa hubungan perkawinan sesungguhnya bukan sekedar hubungan yang terjalin karena disadari atas rasa saling mencintai antar seorang laki-laki dengan seorang wanita, melainkan adalah masalah agama dan maslaah hukum, baik hukum adat maupun hukum nasional. 

(bx/gek/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia