Selasa, 19 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Belum Semua Toko Modern di Bangli Sertakan Aksara Bali

20 Juni 2019, 17: 01: 03 WIB | editor : I Putu Suyatra

Belum Semua Toko Modern di Bangli Sertakan Aksara Bali

Ilustrasi (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, BANGLI - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bangli menyoroti masih banyak toko modern di Bangli yang belum menyertakan aksara Bali di plang nama perusahaannya. Terkait itu, Satpol PP Bangli akan melakukan pendekatan dan mengirim surat kepada atasan masing-masing toko modern.

Sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali, seluruh instansi pemerintah maupun swasta diwajibkan menyertakan aksara Bali di atas huruf latin nama perusahaan. "Kita akan berikan surat. Kita lakukan pendekatan dulu, dalam waktu dekat ini. Nanti kami koordinasikan," kata Kepala Seksi Penyelidikan dan Penindakan Satpol PP Bangli Dewa Nyoman Adnyanaa Putra, Kamis (20/6).

Tidak hanya itu, toko modern yang dikelola masyarakat nyatanya belum menyertakan aksara Bali. "Memang tidak dipungkiri masih saja ada yang belum serentak. Kami berikan waktu seminggu atau 7 hari setelah pemberian surat. Baru setelah itu kami berikan pembinaan," kata Adnyana.

Menurut dia, belum ada penerapan sanksi kepada instansi yang masih "membandel". Pihaknya masih nyaman menggunakan cara persuasif. "Sambil patroli kami ingatkan. Dan bukan seratus persen dia membandel. Ada juga yang masih dalam proses. Kemudian setelah dicek, mereka akhirnya mengganti papan nama tokonya dengan yang baru," ujar Adnyana.

Di Bangli, penerapan Pergub Bali Nomor 80 Tahun 2018 oleh instansi swasta maupun pemerintah sudah berjalan 70 persen. Sisanya yang belum menerapkannya kebanyakan instansi swasta.

Dirinya tidak memungkiri masih ada hotel dan restoran yang belum "taat" aturan. Terkait itu, Satpol PP akan kembali turun ke lapangam untuk memberikan surat teguran. Pihaknya perlu tahu, apa yang menjadi penghambat bagi beberapa mereka yang belum menerapkan Pergub aksara Bali. "Untuk yang mengkonsepkan papan nama. Sudah itu. Kita beri solusi. Untuk pemerintah memang berlatar merah-putih. Untuk swasta bisa menyesuaikan atau pakai konsep sendiri. Yang jelas aksara Bali disertakan di atas huruf latin," pungkasnya. 

 

(bx/aka/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia