Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Pria Depresi Ingin Ketemu Bupati, Minta Surat Pensiun Diteken Presiden

20 Juni 2019, 19: 46: 53 WIB | editor : Nyoman Suarna

Pria Depresi Ingin Ketemu Bupati, Minta Surat Pensiun Diteken Presiden

BUJUK : Satpol PP saat membujuk Wayan Sumertayasa untuk diajak pulang, Kamis (20/6). (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, TABANAN - Sejumlah pegawai Pemkab Tabanan dan warga di Jalan Arjuna, tepatnya di selatan Kantor Bupati Tabanan geger, Kamis (20/6). Pasalnya, seorang laki-laki bernama I Wayan Sumertayasa, 59, mengendarai mobil Toyota Kijang berhenti di tengah jalan sambil berbicara sendiri tidak karuan. Ironisnya, Tak hanya itu, pria itu pun mengaku ingin bertemu Bupati Tabanan. 

Berdasarkan informasi di lapangan, Wayan Sumertayasa yang belakangan diketahui beralamat di Jalan Singosari, Nomor 14 Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan, diduga memiliki riwayat penyakit kejiwaan atau depresi. Sebelum berhenti di tengah jalan, pria tersebut sempat terlihat keliling Kantor Bupati Tabanan sebanyak 5 kali menggunakan mobil Suzuki Carry. Kemudian sekitar pukul 13.00 Wita barulah pria itu kembali dengan mengendarai mobil Kijang. 

Ketika mengendarai mobil Carry, pria itu sempat mengeluarkan kata-kata kasar bahkan sempat menyerempet kendaraan lain. Dan saat mengendarai mobil Kijang, tiba-tiba ia berhenti di tengah jalan hingga membuat kendaraan di Jalan Arjuna tidak bisa lewat. Karena meresahkan warga, seorang pegawai di Dinas Pendidikan Tabanan melaporkan peristiwa itu ke Satpol PP Tabanan. 

Namun tak mudah membuat pria itu menyelesaikan aksinya. Satpol PP Tabanan butuh waktu 30 menit untuk membujuk Wayan Sumertayasa yang merupakan pensiunan PNS ini agar mau pulang. Sambil terus mengeluarkan kata-kata tidak jelas, pria tersebut bercerita bahwa memiliki anak tiga dan ingin bertemu Bupati Tabanan. Parahnya lagi, ia juga sempat mengeluarkan surat pensiunan sang istri yang sudah meninggal Desember 2018 lalu dan diberikan ke petugas Satpol PP. 

Kendatipun maksud dan tujuannya tidak jelas, ia mengaku ingin bertemu Bupati karena tidak terima surat pensiunan yang ditandatangani bupati, karena semestinya ditandatangani Presiden. Namun berselang beberapa menit setelah dibujuk kembali oleh Satpol PP Tabanan, akhirnya Wayan Sumertayasa mau pulang.  

Menurut tetangganya, Wayan Sumertayasa belakangan ini memang mengalami depresi, semenjak istrinya meninggal. Padahal sebelum itu, ia masih sehat dan sering bermain bersama cucunya.

Atas peristiwa tersebut, Danton I Satpol PP Tabanan Purwoko, seijin Kasat Pol PP Tabanan Wayan Sarba mengungkapkan, pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada seorang pria mengendarai mobil Kijang, membuat warga lainnya resah. "Akhirnya kami ke lokasi dengan lima anggota, dan saat tiba di lokasi, kami sudah mendapati orang yang dilaporkan berhenti di pinggir jalan," ujarnya.

Ia mengatakan, pria tersebut memang sulit dibujuk untuk diajak pulang, dan diduga mengalami depresi, karena saat ditanya omonganya tidak jelas. Bahkan ingin bertemu dengan Bupati Tabanan. 

Agar tidak meresahkan, lanjutnya, pihaknya langsung mendekati untuk ditanya identitasnya dan kemudian diantar pulang. "Kami juga sampaikan kepada anaknya agar lebih ekstra mengawasi ayahnya, dan agar tidak diberi kunci kendaraan karena dapat membahayakan," tandasnya.

(bx/ras/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia