Selasa, 19 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Usut Korupsi, Kejari Denpasar Geledah Kantor Perbekel Dauh Puri Klod

20 Juni 2019, 20: 25: 04 WIB | editor : Nyoman Suarna

Usut Korupsi, Kejari Denpasar Geledah Kantor Perbekel Dauh Puri Klod

ilustrasi (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Pengusutan terkait dugaan kasus korupsi APBDes Dauh Puri Klod senilai Rp 1 miliar lebih terus berlanjut.  Kamis (20/6), tim penyidik dari Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar melakukan penggeledahan di Kantor Perbekel Desa Dauh Puri Klod.

Dari hasil penggeledahan tersebut, tim penyidik membawa lima boks dan tiga kardus dokumen yang akan diteliti untuk kepentingan penyidikan. Berbagai dokumen yang disita itu berangka tahun sepanjang 2013 sampai dengan 2017. Ada yang berupa SPJ atau surat pertanggungjawaban. Ada juga yang berupa SPP atau surat permohonan pembayaran.

Seperti dijelaskan Kasi Pidsus Kejari Denpasar, I Nengah Astawa, dokumen yang dibawa dari Kantor Perbekel Desa Dauh Puri Klod itu, belum dalam kategori disita. Karena pihaknya masih akan menyortir kembali. Memastikan dokumen mana saja yang relevan untuk kepentingan penyidikan.

"Belum bisa dikatakan penyitaan. Karena untuk penyitaan, harus ada surat resmi dari pengadilan," jelas Astawa yang memimpin proses penggeledahan tersebut.

Karena itu, berkas yang nantinya tidak diperlukan untuk kepentingan penyidikan, akan dikembalikan. Namun, bila ada yang relevan dan ada sangkut pautnya dengan dugaan kasus yang sedang diusut tersebut, pihaknya akan mengajukan permohonan surat penyitaan ke pengadilan.

Dia juga menegaskan, pasca penggeledahan, proses pengusutan dugaan korupsi APBDes tersebut akan dilanjutkan lagi dengan pemeriksaan terhadap pihak terkait. Khususnya perangkat desa. Baik yang sudah selesai bertugas maupun yang masih bertugas sekarang ini.

Selain itu, pihaknya masih menunggu hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ini terkait dengan kemungkinan proses pengusutan yang sudah mengerucut ke arah penetapan tersangka.

“Bayangan (tersangka) sudah ada. Tapi kami tidak bisa berandai-andai,” tegasnya.

Mengenai kerugian negara dalam dugaan kasus ini, taksirannya mencapai Rp 1,03 miliar. Dari nominal tersebut, sudah terjadi pengembalian ke kas daerah sekitar Rp 300 juta. Pengembalian tersebut dilakukan oleh mantan Perbekel Dauh Puri Klod yang kini terpilih sebagai anggota DPRD Kota Denpasar, sebesar Rp 8,5 juta.

Kemudian Kaur Keuangan sekitar Rp 102 juta. Lalu bendahara sebesar Rp 144 juta. Sehingga masih ada sisa sebesar Rp 770 juta yang saat ini masih diselidiki pihak Kejaksaan, terutama menyangkut alirannya.

(bx/hai/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia