Kamis, 18 Jul 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Adopsi Jabar Quick Respons, Buleleng Rancang BES Plus

20 Juni 2019, 22: 33: 53 WIB | editor : Nyoman Suarna

Adopsi Jabar Quick Respons, Buleleng Rancang BES Plus

CENDERAMATA : Wabup Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.Og menyerahkan cenderamata kepada Karo Humas dan Protokol Pemprov Jabar, Hermansyah di Ruang Rapat Papandayan, Kantor Gubenur Jabar. (HUMAS PEMKAB BULELENG FOR BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Inovasi terus dilakukan Pemkab Buleleng, utamanya di bidang kehumasan. Salah satunya dengan mengadopsi inovasi Humas Jawa Barat yaitu Jabar Quick Respons untuk diterapkan  oleh Biro Humas dan Protokol  Pemkab Buleleng.

Hal tersebut terungkap dalam orientasi kehumasan yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG, Kamis (20/6) pagi. Rombongan diterima Kepala Biro (Karo) Humas dan Protokol Pemprov  Jabar, Ir. Hermansyah, M.Si di Ruang Rapat Papandayan, Kantor Gubenur Jabar.

Ditemui usai kegiatan, Wabup Sutjidra menjelaskan, dari orientasi ini Pemkab Buleleng bisa mempelajari berbagai program inovasi dari Pemprov Jabar, khususnya di Humas Jabar. Dari pemaparan disebutkan ada Jabar Quick Respons. Buleleng juga mempunyai hal semacam itu, namun masih di bidang kesehatan yaitu Buleleng Emergency Service (BES).

Untuk bisa seperti Jabar Quick Respons, nantinya BES akan diintegrasi dengan berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sehingga bisa melibatkan lebih banyak pihak. “Saya lihat, di Jabar ini sudah terintegrasi sekali bahkan mereka telah melibatkan pihak swasta,” jelasnya.

Menurutnya, pengadopsian Jabar Quick Respons ini nantinya akan menghasilkan BES Plus. Jika BES hanya bergerak di bidang kesehatan, BES Plus akan bergerak di seluruh bidang dengan melibatkan seluruh pihak ataupun SKPD terkait. Dengan begitu, segala permasalahan di masyarakat bisa diatasi dengan cepat. “Kita akan coba adopsi Jabar Quick Respons tersebut dengan BES Plus. Kita akan rintis,” ujar Wabup Sutjidra.

Sementara itu, Karo Humas dan Protokol Pemprov Jabar, Hermansyah mengungkapkan, humas tidak boleh ketinggalan jaman. Humas harus mengikuti kemajuan jaman tersebut. Saat ini media sosial sedang terkenal, humas harus terlibat di dalamnya.

Lanjut Hermansyah, humas tidak boleh terpaku dengan media tradisional meskipun humas juga tidak boleh melupakan media-media tradisional tersebut seperti media cetak, televisi, maupun elektronik. “Media tersebut tetap menjadi bagian dari humas, tetapi media online maupun media sosial harus diikuti juga,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sebenarnya media sosial itu murah, tetapi sasarannya mengena, utamanya kepada kaum milenial yang sangat adaptif terhadap perubahan. Itu sangat diperlukan untuk menyasar kaum muda. Keaktifan di media sosial ini menjadi suatu kebaruan ataupun inovasi di Humas Jabar. “Intinya jangan sampai ketinggalan dengan teknologi,” tutup Hermansyah.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia