Selasa, 19 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Menteri LHK RI Apresiasi Revitalisasi Tukad Badung

20 Juni 2019, 22: 52: 18 WIB | editor : Nyoman Suarna

Menteri LHK RI Apresiasi Revitalisasi Tukad Badung

KUNJUNGAN: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar berkunjung ke Taman Kumbasari, Tukad Badung, dan disambut Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, Kamis (20/6). (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar kembali kedatangan tamu istimewa. Kali ini Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar, didampingi Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian LHK M.R Karliansyah, Siti Nurbaya secara khusus hadir untuk meresmikan SIDARLING (Sistem Informasi Sadar dan Peduli Lingkungan). Kehadirannya disambut hangat Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara dan seluruh jajaran OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait, Kamis (20/6) di Taman Kumbasari, Tukad Badung, Denpasar.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir tamu istimewa Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Republik Kenya Soeharjono Sastromiharjo (ambasador), dan para delegasi perwakilan negara-negara anggota COBSEA. Dalam kesempatan tersebut, Siti Nurbaya mengapresiasi hadirnya SIDARLING yang merupakan aplikasi pelayanan bank sampah berbasis web dan mobile.

 “Yang menarik adalah sistem reward-nya bagi nasabah yang sudah mencapai point pengumpulan. Bila perlu akan dimonitor dan bisa menjadi contoh,” ungkapnya. 

Lebih lanjut pihaknya mengapresiasi langkah revitalisasi Tukad Badung yang dikenal dengan Taman Kumbasari, yang belakangan ini semakin banyak dikunjungi masyarakat. Bahkan belum lama ini, Presiden Joko Widodo secara khusus berkunjung ke Tukad Badung yang membelah Kota Denpasar. “Ini sejalan dengan pertemuan negara-negara yang konsen dengan permasalan sampah di laut. Jadi Denpasar harus menjadi contoh,” kata Siti Nurbaya. 

Pihaknya juga menjelaskan bahwa seluruh dunia sudah mengurangi sampah plastik. Dan apa yang dilakukan Pemkot Denpasar, dinilai sangat positif. “Melihat sungai yang sangat indah ini, jangan sampai ada yang membuang sampah ke sungai. Jadi betul apa yang disampaikan Pak Walikota, bahwa yang penting adalah partisipasi masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan, hadirnya sistem ini tidak hanya sebagai upaya pengurangan sampah plastik ataupun bersih-bersih sungai, tetapi merupakan upaya edukasi dan partisipasi masyarakat. “Ini adalah upaya meningkatkan partisipasi masyarakat. Karena dengan kondisi sungai yang bersih, juga akan bisa menghasilkan start up seperti di Tukad Bindu,” ungkapnya.

Apresiasi yang diberikan baginya adalah motivasi untuk terus meningkatkan diri, baik dari segi inovasi dan sinergi dengan berbagai pihak, untuk memberikan dampak positif terhadap masyarakat.

Salah satu perwakilan negara-negara anggota COBSEA, Miak AW Hui Min dari Singapore mengatakan, apa yang dilakukan Walikota Denpasar sangat positif. “Sangat luar biasa. Karena berhasil membuat sungai ini menjadi sangat cantik. Apalagi dengan kampanye melalui lagu Say No to Plastic tadi, itu juga sangat menarik,” ungkapnya.

Pada saat itu juga diserahkan Kartu Peduli Lingkungan dari Menteri LHK kepada siswa dan masyarakat. Salah satu siswa yang menerima Kartu Peduli Lingkungan adalah I Komang Surya Prawira Tangkas dari SMPN 3 Denpasar. Siswa ini mengaku akan terus mengkampanyekan aksi-aksi peduli lingkungan dan akan memanfaatkan kartu ini dengan baik.

(bx/wid/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia