Selasa, 22 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Tak Lunasi Tunggakan Pajak, Dua Hotel Ditempeli Stiker

21 Juni 2019, 21: 28: 37 WIB | editor : I Putu Suyatra

Tak Lunasi Tunggakan Pajak, Dua Hotel Ditempeli Stiker

PENUNGGAK PAJAK: Tim Yustisi saat menempelkan stiker terhadap dua hotel penunggak pajak. (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Tim Yustisi Pemkab Buleleng “menjewer” dua hotel yakni Sunari Villas and Spa Resort dan Melka Excelsior. Kedua hotel yang  beroperasi di kawasan obyek wisata Lovina, Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng ini, mendapatkan peringatan keras karena tidak memiliki itidak baik dalam menyelesaikan tunggakan pajak terhutang.

Peringatan keras itu berupa penempelan stiker berukuran 80 centimeter X 60 centimeter. Stiker itu bertuliskan “Obyek Pajak Ini Belum Melunasi Kewajiban Perpajakan Daerah”. Pemasangan dilakukan di Loby kedua hotel, pada Jumat (21/6) pagi.

Tim Yustisi dipimpin oleh Sekretaris Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Buleleng, Ni Made Susi Adnyani. Tim langsung menuju hotel Sunari Villas and Spa Resort. Di lokasi, tim hanya ditemui oleh seorang staf hotel bernama Komang Sri Seniantari.

Terungkap jika Sunari Villa and Spa Resort masih memiliki tunggakan pajak hotel dan restoran termasuk denda hingga Rp 1,2 miliar. Tunggakan itu muncul sejak tahun 2012 sampai tahun 2018. Sri Seniantari tampak pasrah terhadap sangsi yang diberikan oleh Pemkab Buleleng. Dikatakan, Sunari Villa and Spa Resort sudah resmi tidak beroperasi sejak Januari 2019.

 Namun Sri Seniantari mengkau tidak tahu persis penghentian operasional tersebut. Terlebih pegawai di hotek tersebut hanya dirinya, tukang kebun, security. “Paginya sempat dihubungi oleh akuntan publik yang ditujuk manajemen, diminta kalau ada yang perlu tandatangan ditandatangani saja. Ya saya tandatangani surat pernyataan dari tim,” terang Sri Seniantari yang mengaku sebagai Administrasi hotel.

Setelah menempel stiker di Sunari Villa and Spa Resort, Tim Yustisi bergeser ke Melka Excelsio yang berjarak kurang dari 100 meter. Di lokasi tim ditemui oleh Akunting Manajer, Tantri. Dalam pertemuan tersebut, Melka Excelsio memiliki tunggakan pajak hotel dan restoran termasuk denda, sejak tahun 2012 sampai tahun 2018, mencapai Rp 530.000.000.

Pihak Melka sempat menolak tindakan tim menempel stiker, karena dianggap akan berdampak pada pendapatan hotel nantinya. “Sekarang saja sepi, kalau dipasang stiker itu lagi, bagaimana kami bisa membayar tunggakan pajak. Kami punya niat membayar tunggakan pajak itu, tapi lihatnya kondisi sekarang agak sepi, bagaimana kami bisa membayarnya,” katanya.

Meski memberikan sejumlah alasan, namun tak serta membuat tim percaya. Karena dianggap tidak memiliki itikad baik dalam pelunasan sisa tunggakan pajak, maka tim tetap menempel stiker di loby hotel. “Ini sebagai shock therapy, dengan penempelan stiker itu sudah ada beban sosial yang ditanggung pihak hotel,” terang Sekretaris BKD Buleleng, Susi Adnyani.

Menurutnya, penempelan stiker tersebut merupakan teguran ke dua setelah teguran pertama tidak diindahkan dalam waktu 7 hari. Dikatakan, sebelum memberikan teguran, pihaknya selalu menagih tunggakan pajak itu dengan cara persuasif.

Tapi jika pendekatan itu tidak juga ada perkembangan dari jumlah tunggakan yang ada, maka sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 18 Tahun 2018 tentang tata cara pemungutan pajak hotel, dimana wajib pajak diberikan surat teguran pertama, kemudian teguran kedua hingga sanksi hukum.

“Kalau alasannya karena sepi silahkan saja. Tetapi yang kami tanggih itu adalah pajak yang dititipkan oleh masyarakat atau konsumen kepada hotel bersangkutan, sejak tahun 2012 sampai tahun 2018,” tegas Susi yang didampingi Kabid Pelayanan dan Penagihan BKD, Gede Sasmita Ariawan.

Pihaknya pun akan menerapkan sanksi yang sama terhadap hotel-hotel masih memiliki tunggakan pajak, namun tidak berupaya melunasi tunggakan tersebut. Disebutkan ada 5 hotel yang teracam mendapat sangsi yang sama. Namun pihak BKD belum berani menyampaikan nama ke 5 hotel itu, karena masih ada peluang pembayaran.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia