Selasa, 22 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Features

Polisi Tetapkan Dua Tersangka Pabrik Panggang 30 Orang Karyawan Itu

22 Juni 2019, 21: 36: 22 WIB | editor : I Putu Suyatra

Polisi Tetapkan Dua Tersangka Pabrik Panggang 30 Orang Karyawan Itu

TERSANGKA: Burhan (kiri) dan Lisnawarni ditetapkan sebagai tersangka kasus terbakarnya pabrik yang menewaskan 30 karyawannya di Binjai, Langkat, Sumut. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, BINJAI - Pascakejadian, polisi terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Bahkan dua orang yang menjadi saksi atau terperiksa ditingkatkan statusnya menjadi tersangka. Mereka yang jadi tersangka adalah Burhan , 37 warga Jalan Bintang Terang Nomor 20, Dusun XV, Desa Mulyorejo, Sunggal, Deliserdang  dan Lismawarni, 43 warga Gang Dipo Pelawak Dalam, Kecamatan Babalan, Langkat, Sumatera Utara (Sumut).

"Saudara Bh (Burhan) dan Lw (Lisnawarni), supervisor yang kita mintai keterangan dan kita tingkatkan jadi tersangka," kata Kapolres Langkat, AKBP Nugroho Tri Nuryanto, Sabtu (22/6) pagi.

 Menurut dia, tak menutup kemungkinan ada tersangka lain. Artinya, tersangka boleh jadi bertambah.

 "Di atasnya BH ada orang lagi. Ada kemungkinan lagi tambah tersangka," sambung mantan Danyon A Pelopor Satbrimobdasu ini.

Bh dan Lw ditetapkan tersangka karena dinilai mengabaikan keselamatan dan keamanan pekerjanya. Menurut Nugroho, usaha yang digeluti kedua tersangka harus memiliki standar operasional khusus.

 "Usahanya itu gas, kerja korek gas. Jadi api sangat cepat menyambar gas itu. Informasi dari saksi yang diperoleh, ribuan korek api di dalam itu," ujarnya.

 Usaha yang dilakukan Burhan tidak hanya di TKP saja. Dia menambahkan, usaha mereka berdua juga berdiri di Kabupaten Langkat.

 "Kita cek izinnya di beberapa tempat. Di Binjai ada dua dan satu di Langkat. Sudah kita pasang police line. Kita sudah cek, izinnya enggak ada di sini," pungkasnya.

 Seperti diketahui, sebelumnya satu unit rumah yang dijadikan pabrik rumahan merakit mancis atau korek api yang berlokasi di Jalan T Amir Hamzah, Pasar 4, Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Langkat, Sumut, ludes dilahap si jago merah, Jumat (21/6) sekitar pukul 11.30 WIB. Sebanyak 30 orang menjadi korban dilaporkan meninggal dunia di dalam pabrik yang terkunci dari luar tersebut.

 Mereka yang tewas terpanggang merupakan pekerja di pabrik rumahan yang diduga ilegal tersebut. Dari jumlah yang tewas, ada ibu dan anaknya tutup usia secara bersama-sama. (ted/jpg)

(bx/aim/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia