Selasa, 22 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Enjoy Bali

Bandung Waterfall, Air Terjun Indah yang Mulai Berbenah

23 Juni 2019, 09: 42: 39 WIB | editor : I Putu Suyatra

Bandung Waterfall, Air Terjun Indah yang Mulai Berbenah

BARU: Bandung Waterfall di Banjar Bandung, Desa Siangan, Kabupaten Gianyar, mulai dikenal wisatawan. Wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata baru ini, belum dipungut retribusi khusus, hanya disediakan kotak donasi. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR - Objek wisata air terjun dengan beragam karakter lumayan berlimpah di Bali. Mulai dari Air Terjun Gitgit yang sudah melegenda dalam industri pariwisata di Bali hingga air terjun yang baru ditemukan dan yang baru dibuka untuk umum.

Bandung Waterfall yang berlokasi di Banjar Bandung, Desa Siangan, Kabupaten Gianyar, salah satu destinasi wisata alam 'pendatang' baru di industri wisata di Bali. Destinasi wisata ini baru dibuka beberapa bulan lalu, namun  sudah mulai dikenal wisatawan yang datang ke Bali.
Agung Arma, wisatawan asal Klungkung yang ditemui di lokasi kemarin, mengatakan, mengetahui keberadaan objek wisata ini dari media sosial. "Saya tertarik datang ke Bandung Waterfall karena melihat postingan netizen di media sosial bagus," jelasnya kepada Bali Express ( Jawa Pos Group).


Selain tertarik dengan postingan yang ada di media sosial, Arma mengaku tertarik datang  karena akses menuju air terjun dari tempat parkir tidak terlalu jauh. Dari lokasi memarkir kendaraan, pengunjung  berjalan sekitar 70 meter untuk mencapai lokaai.  Akses jalan juga tidak  terjal, sehingga wisatawan tak terlalu banyak menguras tenaga.


Ada beberapa aktivitas yang bisa dilakukan wisatawan di lokasi ini. Selain menikmati pemandangan air terjun, wisatawan  juga bisa bermain di kolam air terjun yang ada. "Tempat ini juga bagus  digunakan sebagai spot foto karena banyak tempat yang mendukung," ungkap Arma. 


Bagi wisatawan yang ingin bermain air, pihak pengelola juga menyediakan pelampung dari ban  yang bisa digunakan  untuk bermain air di aliran Tukad Pakerisan ini. Biasanya  ban ini digunakan pada aliran sungai yang memiliki kedalaman sekitar tiga meter.
Terkait keberadaan objek wisata ini, Bendesa Adat Bandung Dewa Putu Anom mengatakan, wisatawan cukup antusias mengunjungi air terjun yang ada di aliran Sungai Pakerisan tersebut. "Digagasnya objek wisata yang juga berada di bawah dam Desa Adat Bandung ini, karena jalur kawasan ini cukup banyak dilintasi wisatawan asing, yang tracking maupun bersepeda," jelasnya.


Di sekitar objek wisata ini, lanjutnya,  banyak  terdapat vila dan akomodasi wisata lainnya yang biasa dikunjungi  wisatawan. 


Meskipun  destinasi wisata  baru, namun beragam fasilitas sudah disediakan oleh pengelola. "Selain membentuk kepengurusan pengelolaan objek wisata ini, pihak pengelola juga menyediakan beberapa fasilitas untuk wisatawan.


Mulai dari toilet, akses jalan yang nyaman, kamar ganti, petunjuk arah di beberapa titik jalan. " Wisatawan  yang datang tidak akan tersesat ketika menuju kawasan wisata ini, meski objek wisata ini masih tergolong baru," lanjutnya.


Untuk saat ini, lanjutnya, wisatawan memang belum bisa menikmati fasilitas yang maksimal. Namun untuk kedepannya, lanjut Anom, pihaknya  berencana untuk mengembangkan objek wisata ini menjadi lebih baik lagi. Objek ini nantinya akan dirancang sebagai tempat persinggahan bagi wisatawan yang melakukan aktivitas wisata alam di sekitar objek wisata Bandung Waterfall.


Untuk masuk ke Bandung Waterfall, wisatawan belum dikenakan tarif tetap, namun di lokasi pintu masuk tersedia kotak donasi, sehingga wisatawan yang ingin berdonasi, bisa melakukannya dengan memasukkan donasinya ke kotak donasi. "Donasi tersebut akan kami gunakan untuk pemeliharaan fasilitas objek wisata Bandung Waterfall," tutupnya.

(bx/gek/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia